oleh

DPRD Sulbar Laksanakan Rapat Paripurna ‘Pertanggungjawaban APBD 2018’

-Daerah, Mamuju-34 views
Sekertaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulawesi Barat, Muhammad Idris saat membacakan Penjelasan Gubernur Sulawesi Barat Terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018

Mediaekspres.com, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melaksanakan Rapat Paripurna Dalam Rangka Penjelasan Gubernur Sulawesi Barat Terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018.

Rapat paripurna dipimpin langsung Wakil Ketua III DPRD Sulbar, Drs . H. Harun, MM dan berlangsung di ruang rapat paripurna DPRD Sulbar, Selasa (25/6/19).

Sementara Sekertaris Daerah Provinsi (Sekprov) Sulawesi Barat, Muhammad Idris yang mewakili Gubernur Sulbar menjelaskan, maksud dan tujuan laporan pertanggujawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2018 yakni, memberi gambaran mengenai realisasi anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2018, melaksanakan kewajiban konstitusional bagi kepala daerah pada akhir tahun anggaran sebagaimana diamanahkan dalam pasal 298 peraturan menteri dalam negeri nomor 13 tahun 2006 tentang pedoman pedoman pengelolaan keungan daerah, memberikan akses bagi public sebagai bentuk akuntabilitas agar masyarakat mengetahui seberapa besar realisasi anggaran pendapatn dan belanja daerah tahun anggaran 2018 dan, sebagai salah satu bahan evaluasi dan bahan untuk melakukan perbaikan bagi kepentingan perenccanaan APBD tahun anggaran berikutnya.

Kinerja pengelolaan APBD Sulbar tahun anggaran 2018 dari sisi penerimaan maupun dari sisi belanja yang telah di audit oleh BPK-RI Perwakilan Sulawesi Barat dijelaskan Muhammad Idris, dalam APBD tahun anggaran 2018 pendapatan daerah yang terdiri dari komponen pendapatan asli daerah, dana perimbangan atau transfer dan lain-lain pendapatan yang sah ditargetkan sebesar Rp 1.869.048.378.478,91 dengan capaian realisasi sebesar Rp 1.819.085.595.566,52 atau 97,33%.

Suasana Rapat Paripurna Dalam Rangka Penjelasan Gubernur Sulawesi Barat Terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018.

Sedang untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditarget sebesar Rp 332.240.863.478,91 dengan capaian realisasi Rp 301.499.588174,52 atau 90,75%. Sementara dana perimbangan atau transfer ditarget sebesar Rp 1.534.783.515.000,00 dengan capaian sebesar 1.515.760.142.209,00 atau 98,76%.

Disampaikan, penurunan pendapatan tahun anggaran 2018 sebesar Rp 12.899.973.864,20 atau 0,70% bila dibandingkan dengan realisasi penerimaan pendapatan tahun anggaran 2017 sebesar Rp 1.831.985.569.430.72.

“Salah satu penyebabnya karena realisasi dana transfer tidak memenuhi target atau hanya 98,76 persen. Disamping itu penerimaan restribusi yang hanya mencapai 29,76 persen sebagai akibat tidak optimal beroperasinya RSUD, namun hal tersebut telah kita tangani secara bertahap,” jelas Idris.

Akan tetapi terlepas dari penurunan restribusi, disisi lain pemerintah berhasil meningkatkan PAD dari sector pajak sebesar Rp 12.364.371.326.30.

Kemudian pada sisi belanja tahun anggaran 2018 terealisasi sebesar Rp 1.746.622.067.295,98 atau 91,33% dari target belanja sebesar Rp 1.912.507.406.298,65. Dari realisasi belanja tersebut untuk belanja tidak langsung sebesar Rp 948.548.885.984,21 dan belanja langsung sebesar Rp 798.073.181.311,77.

“Berdasarkan penjelasan yang telah kami sampaikan diatas, dan hasil audit BPK-RI Perwakilan Sulawesi Barat, diperoleh silpa sebesar Rp 129.349.557.854,89 yang terdiri dari Kas DI Kas Daerah sebesar Rp 128.352.382.471,09, Kas Bendahara Pewnerimaan sebesar Rp 38.714.100,00, Kas Bendahara Pengeluaran sebesar Rp 802.308.171,80, serta Kas di Kapitasi JKn sebesar Rp 156.153.112,00,” ungkap Idris.

Menurut Sekprov, tingginya angka silpa tahun anggaran 2018 disebabkan karena akumulasi silapa tahun 2017 senilai Rp 41.817.617.023,35 yang tidak digunakan dalam APBD perubahan tahun anggaran 2018. Disamping itu, karena adanya efisiensi belanja dan anggaran fisik yang tidak terealisasi sampai dengan 31 desember 2018. (Ir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *