oleh

Kepsek SMA Layonga: Ketos Harus Berprestasi Akademik

img_20160915_193227
Kepala sekolah SMA Layonga, Drs. Subriadi, M.MPD (kopiah hitam) Berpose Bersama Sejumlah Guru SMA 1 Layonga. (Foto: Surya)

BALANIPA-ME-Salah satu Sekolah unggulan di Sulawesi Barat dan Polman pada khusunya SMA Negeri 1 Tinambung atau yang dikenal dengan nama SMA Layonga, akan mencanagkan upaya penerapan di sekolah, bahwa idealnya Calon Ketua Osis mesti siswa yang berprestasi sebagai salah satu syarat.
Saat diwawancarai Mediaekspres.com, Kepala sekolah SMA Layonga, Drs. Subriadi, M.MPD menyampaikan bahwa, pihaknya akan menerapkan model rekruitmen dan pemilihan ketua osis bagi siswa yang berprestasi.
“Saya rencanakan seperti itu, yang berhak dicalonkan sebagai ketua osis adalah siswa yang berprestasi akademik di kelasnya, minimal peringkat tiga,” ungkapnya.
Dirinya menambahkan bahwa, selain syarat tersebut, kandidat juga akan melalui tes kepatutan dan kelayakan terutama dalam kaitan prestise dan prestasi, hal ini dilakukan dengan mengacu pada pemahaman bahwa ketua osis adalah representasi dari eksistensi siswa generasi unggul.
Rencananya penerapan metode tersebut akan dimulai pada tahun ajaran ini (2016-2017). Tetapi, Subriadi menjlesakan, bahwa ini bukanlah bentuk mengebiri hak siswa lainnya tapi hanya mengharapkan lahir leader yang kompeten.
Bahkan untuk ketua osis hari ini di SMA Layonga baru-baru ini atas nama Nurhaliza Tambono, peserta yang mewakili Sulbar, masuk dalam daftar 100 ketos terbaik se Indonesia.
Mengenai apa yang menjadi rahasia jitu dan komitmen kepala sekolah SMA 1 Tinambung ini, dirinya menyampaikan bahwa hal tersebut bisa terwujud karena kerja keras yang tentunya didukung oleh segenap civitas akademik disekolah tersebut.
“Sebenarnya, begitu saya masuk sebagai kasek di SMA Layonga tahun 2013-2014, saya briefing dengan semua pembina organisasi ekskul yang ada, pada mereka saya titip harapan agar mereka berlomba melaksanakan kegiatan tanpa perlu kuatir pada dukungan dana dan finansial lainnya,” paparnya dengan serius.
Ia menambahkan “Saya butuh action dan bukan sekedar konsep, kesemua itu akan berjalan jika leadernya orang yang kompeten. Gimana caranya? Yah Optimalkan LDK, pilah dan pilih bakal calon ketos yang berpeluang, dan Alhandulillah, lahirlah ketos yang kemudian mengantarkan nama SMA Layonga di kancah internasional,” ungkapnya lagi.
Membincang semangat dan inspirasi yang mendorong lahirnya gebrakan-gebrakan luar biasa selama menjadi kepsek, ternyata subridi terinspirasi dari statemen Bung Karno, “Jika ingin menemukan mutiara maka selamilah kedalaman samudera”.
Ini yang kemudian melahirkan optimismenya bahwa kita harus selalu percaya pada adanya sebuah perubahan. Di dinding ruang guru saya pasang ornamen dengan tulisan yang jadi prinsip saya: “Asalkan nawaitu ikhlas, lakukan apa yang anda bisa kerjakan, jagan peduli apa yang orang lain katakan tentangmu,” jelas kepsek yang suka diskusi ini dengan sedikit santai.
Saat ditanyai mengapa bapak dianggap visioner oleh para civitas akademik dan orang luar sekolah? ia denga nada bercanda mengurai bahwa dia punya cara berfikir yang berbeda.
“Cara berpikir saya barangkali yang salah (red:maju) saya termasuk orang yang kurang sreg dengan hal yang statis dan regulative (kaku pada aturan), saya pinginnya berbuat yang org lain (kasek) tdk lakukan. Ketika mereka asyik degan upaya peningkatan mutu via disiplin, saya justru berpikir membenahi daya dukung dan kenyamanan.  Saya berpikir bahwa gerak aktifitas yang berlandaskan pada hati akan melahirkan kinerja yang maksimal yang pada akhirnya akan melahirkan prestasi, bukankah dari rasa cinta akan ada power yang tak terkalahkan. Jika ini yang ada, tak mustahil akan lahir prestasi yang luar biasa,” Pungkasnya.
Kepsek visioner dan senang diskusi itu menutup dengan harapan, agar SMA ini tetap bisa jadi ikon di Sulbar dalam hal inovasi hingga bisa menjadi bahan komparasi bagi yang lainnya. (SN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *