oleh

Pemdes Tubteng Laksanakan MMD Bahas Masalah Kesehatan

Kepala Desa Tubo Tengah, Ansar S.Pd.I., Kepala Puskesmas Sendana II, Nuraeni, S.ST, M.kes., dan para undangan berfose bareng seusai melaksanakan MMD, bahas masalah Kesehatan.

Mediaekspres.com, Pemerintah Desa Tubo Tengah bekerja sama dengan Puskesmas Sendana II, Kecamatan Tubo Sendana Kabupaten Majene, laksanakan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) bahas masalah Kesehatan, di Kantor BPD Desa Tubo Tengah, Selasa (14/05/2019).

Kepala Puskesmas Sendana II, Nuraeni, S.ST, M. kes, sebelum melakukan MMD masalah kesehatan, ada tim survei mawas diri, untuk mensurvei masalah kesehatan yang ada di Desa Tubo Tengah.

“Sebelum kami melakukan MMD masalah kesehatan, kami terlebih dahulu melakukan survei, dan ternyata, kalau tidak salah ada 6 prioritas masalah kesehatan yang ada disana, dari enam masalah prioritas tersebut, dari hasil pembahasan, salah satu yang dianggap paling prioritas yakni masalah stunting,” jelas Nuraeni.

Nuraeni juga mengapresiasi langkah Kepala Desa Tubo Tengah, yang langsung merespon, dan menginginkan MMD masalah kesehatan di laksanakan di Desa Tubo Tengah.

“Saya salut dengan kepala Desa Tubo Tengah, karena langsung merespon dan menginkan kegiatan MMD masalah kesehatan dilaksanakan di Desanya karena kegiatan tersebut, dilakukan pertama kali di Desa Tubo Tengah untuk wilayah Kecamatan Tubo Sendana,” kata Nuraeni.

Para undangan yang di dominasi oleh Ibu Rumah Tangga di Desa Tubo Tengah.

Nuraeni, S.ST, M.kes juga menjelaskan bahwa Desa siaga aktif merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat. Seperti yang tertuang dalam penjabaran visi misi Majene yaitu Majene proaktif dengan memberdayakan seluruh komponen masyarakat melalui desa siaga sebagai penyangga kesehatan masyarakat di desa.

Sedangkan Kepala Desa Tubo Tengah, Ansar, S.Pd.I, dalam sambutannya mengatakan, melalui kegiatan ini penentuan kegiatan desa berbasis kesehatan telah punya landasan atau data sehingga secara bersama-sama masyarakat dapat memilih prioritas kegiatan di bidang kesehatan.

Diharapkan melalui pengembangan Desa Siaga Aktif menuju Desa Sehat Bebas Stunting, bisa memberi efek positif dalam hal kesehatan di desa Tubo Tengah.

Adapun kegiatan ini, dihadiri oleh 57 orang yang terdiri dari Kepala Desa, Kepala Dusun, aparat desa, petugas Puskesmas, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat.

Kepala Desa Tubo Tengah, Ansar S.Pd.I. Didampingi Kepala Puskesmas Sendana II, Nuraeni, S.ST, M.kes. Saat memberi sambutan.

Kegiatan kesehatan tersebut akan didukung melalui Alokasi Dana Desa .

Dan berdasarkan permasalahan, dari pihak Puskesmas telah mengkaji penyebab permasalahan tersebut dan dipaparkan langsung oleh pemegang program masing-masing.

Dan Informasi masi terakhir yang dihimpun, prioritas masalah kesehatan yaitu stunting, merokok dan posyandu (bayi balita dan posbindu PTM). Rencana kegiatan yang akan dilakukan yaitu pemberian makanan tamban (PMT) untuk seluruh bayi dan balita di desa.

Sosialisasi dan kegiatan inovasi BAMBU ROKOK “Matikan Rokok Sebelum Masuk Rumah untuk mewujudkan Rumah Bebas Asap Rokok” dan pengadaan alat-alat penunjang posyandu.

Acara ini ditutup dengan penandatanganan MOU Pendampingan Desa Siaga Aktif selama dua tahun oleh kepala desa, kepala dusun dan kepala puskesmas. Harapannya pemerintah desa dapat bersinergi dengan pihak kesehatan untuk mengimplementasikan Desa Siaga Aktif untuk Majene Sehat, Indonesia Sehat. (Advertorial)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *