oleh

Potensi Wisata Mangrove Desa Tubo Tengah

Kepala Desa Tubo Tengah dan sejumlah pegawainya, Dandim 1401 Majene, rombongan guru-guru di Desa Tubo Tengah dan para relawan saat melakukan penanaman mangrove di hutan mangrove Tatakko, dalam rangka memperingati hari guru.

Mediaekspres.com, Hutan mangrove 10 hektar lebih, yang berada di Dusun Tatakko Desa Tubo Tengah Kecamatan Tubo Sendana Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat, rencananya akan dijadikan wisata Mangrove.

Hal ini di sampaikan Kepala Desa Tubo Tengah, Ansar, S.Pd.I. saat ditemui dikantornya, Rabu, (13/03/2019).

“Dengan menggunakan anggaran Desa kami akan mengembangkan hutan Mangrove tersebut menjadi tempat wisata, dan pada tahun lalu kami telah membangun rumah pantau disana,” jelas Ansar.

Saat Kepala Desa Tubo Tengah, Ansar, S.Pd.I bersama Dandim 1401 Majene, menuju lokasi penanaman Mangrove.

Selain tempat wisata, Ansar juga berharap hutan Mangrove tersebut, dijadikan edukasi bagi warga, bahwa betapa pentingnya memelihara lingkungan.

“Selain menjadi wisata Mangrove, juga sebagai salah satu cara mengedukasikan kepada warga betapa pentingnya kita memelihara lingkungan” lanjut Ansar.

Salah satu sosok yang peduli atau pemerhati hutan mangrove, yang juga ketua kelompok tani jawi jawi Dusun tatakko Desa Tubo Tengah, Mansar (36 tahun). mengaku.

“Sejak 2017 hingga sekarang kami sudah melakukan penanaman bibit mangrove sekitar sepuluh ribuan lebih,” pungkas Mansar.

Kepala Desa Onang Utara, Ansar, S.Pd.I (baju kuning) Melakukan penanaman Mangrove.

Dimana kelompok tani ini adalah yang merawat dan mengelola hutan Mangrove sejak tahun 2017.

Mansar. juga mengaku tidak akan puas jika sekitaran hutan Mangrove, belum rimbun oleh pepohonan Mangrove sehingga Mansar bertekad memeliharanya hingga raganya masih bisa berbuat.

“Selagi saya masih diberi umur panjang oleh yang maha kuasa, saya tidak akan berhenti atau tidak akan puas jika hutan mangrove di Dusun Tatakko, seluas 10 hektar lebih ini belum rimbun,” kata Mansar

Sementara bibit mangrove yang ditanami, selain diambil dari hutan Mangrove tatakko, juga kelompok tani ini, mengambilnya dari luar, seperti di Baluno Desa Binaga, dengan sebagian dibeli ataupun hasil pemberian.

Baca juga, Desa Tubo Tengah Raih Predikat ODV

Baca juga, Desa Manyamba Dapat Hadiah Dari Pemprov Sulbar

Dan waktu penanaman menurut Mansar, biasanya dilakukan sekitar bulan satu hingga bulan dua di setiap tahunnya. (Advertorial)

Kepala Desa Tubo Tengah, Ansar, S.Pd.I.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *