oleh

Sekretaris KPU Sulbar, Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Kasus Dugaan Korupsi APK

-Daerah, Hukum, Mamuju-221 views
Foto Sidang Pembacaan Dakwaan Tersangka Kosus Korupsi APK.

Mediaekspres.com, Hari ini, Rabu (13/3/19) Pengadilan Negeri Mamuju menggelar Sidang Pembacaan Dakwaan Sekertaris KPU Provinsi Sulawesi Barat, ABD. Rahman Syam. Setelah ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi anggaran dana Alat Peraga Kampanye (APK) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2017.

ABD. Rahman Syam diduga telah melakukan tindakan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau Korporasi yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 2.476.362.887, 83 (dua miryar empat ratus tujuh puluh enam juta tiga ratus enam puluh dua ribu delapan ratus delapan puluh tujuh rupiah delapan puluh tiga sen).

ABD. Rahman Syam ditetapkan sebagai tersangka oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang No. 31 Tahun 1990 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Setelah pembacaan dakwaan, Ketua Majelis Hakim memutuskan untuk menunda persidangan sampai pada, Rabu 20/3/19).

“Kita berharap tanggal 23 Mei sudah ada putusan,” terang Majelis Hakim.

Sementara diluar persidangan, Tim Penasehat Hukum Terdakwa, menyayangkan materi dakwaan yang dibacakan JPU. Karena menurutnya semestinya penulisan materi terkait dengan saksi-saksi itu tidak dipisahkan.

“Kalau menurut kami berarti ada tersang-tersangka baru selain dari terdakwa. Jadi kami sangat menyesalkan terutama dari penyidik, semestinya kalau ada tersangka selain terdakwa semestinya bersama-sama diadukan dengan terdakwa,” ungkap Nasrun.

Ia juga menyampaikan, pada saat proses persidangan pihaknya mengajukan permohonan penagguhan penahanan.

“Sekiranya Majelis Hakim bisa mempertimbangkanlah, karena alasan kami mengajukan pennagguhan itu bahwa klein kami sampai hari ini masih menjabat selaku Sekertaris KPU Provinsi Sulawesi Barat. Jadi masih banyak tugas-tugasnya yang harus dia selesaikan,” tutup Nasrun.

Baca juga, LAK Menilai: Status Tahanan Kota Tersangka Kasus Korupsi Merupakan Proyek Hukum dan Budaya Bobrok

Baca juga, Pelimpahan Kasus Dugaan Korupsi APK, Resmi Diterima Kejari Mamuju

Dilangsir dari RRI.co.id, Abd. Rahman juga telah resmi ditahan di Rutan Kelas 1 A Mamuju pada Rabu, 27 Feb 2019 atas perintah dari Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Kelas 1B Mamuju.  No. 1/Pid.sus-TPK/PP/2019/PN.Mam tanggal 25 Februari 2019. Demikian disampaikan, Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Mamuju, Cahyadi Sabri, Rabu (27/2/19).

Reporter (Irwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *