oleh

Situasi Awas DBD di Mamuju, Dinkes Lakukan Fogging

-Mamuju-139 views
Foto Bupati Mamuju, H. Habsi Wahid.

Mamuju – Mediaekspres.com – Kondisi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Mamuju dalam status situasi awas, diduga keadaan itu di sebabkan peningkatan penderita virus dengue yang diakibatkan nyamuk aedes aegypti semakin meningkat dan saat ini sebanyak 32 orang dikatakan terjangkit virus tersebut.

Kepala Bidang Pecegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mamuju, Alamsyah Thamrin menyampaikan, untuk menekan situasi tersebut, pihak Dinas Kesehatan telah melakukan pengasapan (fogging) utamanya dalam kota Mamuju terlebih kepada area yang telah memiliki banyak laporan penderita terjangkit virus DBD sehingga dapat mengurangi perkembang biakan jentik – jentik nyamuk

Alamsyah juga mengingatkan untuk menerapkan Mamuju Mapaccing sebagai langkah tepat untuk menekan situasi awas, dengan tidak membiarkan genangan air, bahan bekas serta menjaga kebersihan lingkungan.

“Karena jika itu terjadi, dipastikan kondisi penderita virus DBD akan meningkat,” ujarnya di lokasi pengasapan (fogging) di sejumlah titik di Kota Mamuju,Kamis (07/02/18).

Baca juga, Polman, Mateng dan Majene Raih Status Eliminasi Bebas Endemik Malaria

Mengenai kondisi tersebut, Bupati Mamuju, H.Habsi Wahid juga mengharapkan agar masyarakat tidak perlu resah namun tetap waspada dan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan masing-masing, karena kalau kotor nyamuk akan gampang berkembang biak, dan akan berbahaya.

“Jadi disini Mamuju Mapaccing memang sangat perlu kita terus galakkan,” ungkapnya.

Menurut Bupati, terkait kasus DBD , ia juga sudah minta Dinas Kesehatan untuk segera melakukan Fogging, dan tidak hanya pakai cara manual tapi gunakan mobil karena cakupannya lebih luas, dan harus dilakukan dengan berkeliling kota supaya masyarakat aman.

“Ketika progam Mamuju Mapaccing dijalankan dan masyarakat lebih memilih mendaur ulang bahan bekas dibanding membuangnya, itu akan lebih menetralisir berkembangnya jentik – jentik nyamuk sehingga dapat mengurangi peningkatan penderita virus,” terangnya. (HMS.LS)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *