oleh

Soal Polemik Tenaga Perawat, KNPI Sulbar : Pemerintah Jangan Kehilangan Rasa Perikemanusiaan

Foto Ketua DPD I KNPI Sulawesi Barat Isra Daaming Pramulya (akun Fb)

Mamuju – Mediaekspres.com – Sebagai upaya mencari solusi atas polemik pasca tenaga perawat di Kabupaten Mamuju menggelar aksi unjuk rasa,Ketua DPD I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sulawesi Barat Isra Daaming Pramulya, menghimbau agar Pemkab Mamuju tetap membuka ruang untuk bernegosiasi.

Pernyataan tersebut dilontarkan pasca dikeluarkanya surat edaran bernomor 007/1899/XII/2018/RSUD, tertanggal 08 Desember 2018, yang ditandatangani langsung oleh dr. Titin Hayati Mars, selaku Direktur RSUD Kabupaten Mamuju.

Menurut Isra, sebagai upaya mencari solusi terbaik atas tuntutan dari tenaga perawat,  yang masih berstatus tenaga honorer tersebut, seharusnya jangan muncul sikap yang sifatnya mengancam.

“Pemerintah jangan kehilangan rasa perikemanusiaan,”ucap Isra Daaming Pramulya via Whatsaap, Sabtu, 07/12/18.malam.

Selain itu mantan Sekretaris Jendral PB PMII tersebut juga menambahkan, pihaknya sangat memahami kondisi Pemkab Mamuju yang kemungkinan saat ini memiliki kesulitan, dalam mengakomodir atau merealisasikan tuntutan dari tenaga perawat tersebut.

“Tetapi juga tidak berperikemanusiaan kalau langsung main ancam, dan tidak lagi membuka ruang negosiasi,” tutupnya.(Masdar)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *