Mamasa Dapat Jatah 125 APD, TRC: Masih Kurang

MAMASA, MEDIAEKSPRES.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Barat (Sulbar) mengalokasikan 2.000 alat pelindung diri (APD) bagi tim medis di enam kabupaten. Masing-masing mendapat jatah 125 pieces.

Kabuapten Mamasa sendiri telah mendistribusi APD ke sejumlah tempat, diantaranya Puskesmas, rumah sakit, BPBD dan posko Tim Reaksi Cepat (TRC).

 “Sudah dibagi ke rumah sakit dan puskesmas, BPBD dan untuk keperluan posko TRC kabupaten,” kata Kepala Dinas Kesehatan Mamasa, dr. Hajai S Tanga via pesan singkat Whatsaap, Minggu (5/4/2020).

dr. Hajai

Adapun pembagiannya, 86 pieces APD untuk 18 Puskesmas, 20 pieces di dua rumah sakit, 10 pieces di BPBD dan 9 pieces APD untuk posko TRC.

Meski begitu, Ketua TRC Mamasa, Amos Pampabone menilai jumlah APD tersebut masih kurang. Apalagi, pihaknya berada di garis terdepan untuk menangani masalah menyangkut Covid-19.

“APD yang ada di kami masih kurang. Sekarang TRC hanya punya 32 APD melalui APBD (Mamasa) dan juga 12 pieces pakaian jenis hazardous materials (Hazmat),” keluh Amos yang juga menjabat Sekretaris Dinkes Mamasa.

Dirinya meminta ada penambahan APD, baik dari pemerintah provinsi maupun Pemda Mamasa, demi maksimalnya penanggulangan penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat.

“Harapan kami ada APD lengkap karena kami  juga tidak berani melakukan tindakan tanpa APD lengkap,” pinta Amos.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah telah menginstruksikan agar tidak melakukan kegiatan yang mengundang keramaian. Alhasil, aktifitas publik seperti sekolah dan perusahaan diliburkan.

Hal itu menyebabkan sebagian masyarakat asal Mamasa yang ada di kota, memilih pulang sementara ke kampung halaman. Gelombang pendatang tak terelakkan.

Sejumlah desa pun berinisiatif mendirikan posko, guna mengidentifikasi kondisi setiap orang luar yang masuk ke wilayahnya.

Sayangnya, petugas medis yang ditempatkan di posko tidak dilengkapi dengan APD. Mereka harus menghadapi para pendatang tanpa fasilitas memadai.

“Kami hanya pakai masker, itu pun maskernya dipakai berkali-kali karena cuma satu,” kata salah satu petugas medis di Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa yang enggan diungkap identitasnya, Selasa (31/3/2020).

Padahal, para pendatang tersebut berasal dari wilayah zona merah, seperti Sulawesi Selatan dan Jawa.

Perawat tersebut meminta pemerintah tidak menyepelekan petugas medis yang ada di daerah. APD harus disalurkan ke pelosok.

“Pemerintah tolong jangan sepelekan kami di pelosok ini!” pintanya.

Dari pantauan wartawan, dari beberapa titik posko di Kecamatan Bambang, ada petugas medis yang hanya menggunakan jas hujan (mantel) sebagai pelindung diri.

Reporter: Harly/Firda Mutmainnah

Editor     : Mediaekspres.id

Comment