MATENG, MEDIAEKSPRES.id – Tingginya curah hujan yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), yang sudah hampir satu bulan lamanya membuat akses jalan utama dibeberapa titik menuju desa di wilayah Kecamatan Topoyo dan Tobadak lumpuh total.
Banyak warga mulai mengeluh dengan jalan yang penuh lubang serta kubangan lumpur tersebut. Lantaran akses jalan yang sering dilalui roda dua dan roda empat itu sulit dilewati.
Sedikitnya ada sekitar lima titik jalan yang parah total. Jalan itu ada di wilayah Desa Salupangkang 4, Desa Sinabatta, Desa Tapilinna, Desa Tobadak 7, Desa Tangkau jalan swakarsa, dan Desa Bambamanurung.
Salah satu warga Desa Salupangkang 4, inisial M, mengaku kesulitan ketika ingin berbelanja kebutuhan dapur, sebab satu-satunya akses jalan keluar desa kini sulit dilewati kendaraan.
“Sedikit lagi warga yang ada disini akan terisolasi karna tidak bisa lagi keluar berbelanja kebutuhan dapur,” ungkap M kepada mediaekspres.id, Senin (20/07/20).
Senada dengan M, warga Desa Sinabatta, inisial S, mengakui kondisi jalan Desa Sinabatta saat ini sangat memprihatikan. Ia merasa kesulitan melakukan aktivitas seperti biasanya.
“Apa lagi saat musim hujan seperti ini, dan ini tentu sangat menghalangi kami dalam melakukan aktivitas keseharian yang menjadi akses jalan utama kami,” keluh S melalui via telepon selulernya.
Baca juga:
Baca juga:
Menanggapi keluhan warganya, Kepala Desa Sinabatta, Jamal, berharap kepada warganya agar lebih bersabar lagi. Sebab kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk dilakukan penimbunan.
Menurut Jamal, apabila dilakukan penimbunan maka kondisi jalan akan semakin becek, sehingga harus menunggu sampai kondisi jalan kering.
“Diharapkan kepada warga Desa Sinabatta agar sekiranya bersabar sedikit, kondisi saat ini lagi musim penghujan, jika kita melakukan penimbunan, maka jalan akan semakin bertambah becek,” kata Jamal melalui telepon selulernya.
Sementara Kepala Desa Salupangkang 4, Rasyid mengatakan, jalan poros Desa Salupangkang 4 adalah wewenang Pemerintah Daerah (Pemda) Mateng.
“Kami sendiri hanya mencoba menimbun sebagian yang rusak parah, namun karna kondisi musim penghujan sehingga kami juga berhentikan, dikarnakan jalan bertambah becek,” jelasnya.
Sedangkan Kepala Dinas PU Mateng, Muh. Yahya Saleh, mengaku belum bisa melakukan perbaikan jalan, dikarenakan kondisi curah hujan yang sangat tinggi. Sehingga ditunggu sampai kondisi jalan mulai agak kering.
“Kami belum bisa melakukan apa-apa, karna kondisi curah hujan yang sangat tinggi hari ini, dan jika musim penghujan sudah berlalu dan jalan mulai agak kering, kami dari dinas PU akan menurunkan alat untuk melakukan perbaikan jalan yang kondisinya sangat parah,” pungkasnya.
Reporter: Jeky
Editor : Mediaekspres.id
Kata bijak: “Tak diinginkan, tak dicintai, tidak diperhatikan, dilupakan orang, itu merupakan derita kelaparan yang hebat, kemiskinan yang lebih besar daripada orang yang tak bisa makan. Kita harus saling merasakan hal itu.”
Bunda Teresa




Comment