by

Berbagai Pihak Apresiasi Pelaksanaan Retkrumen PPK Mamuju

Pelaksanaan tes tertulis calon anggota PPK untuk Pilkada Tahun 2020, di SMA Negeri I, Mamuju pada Minggu, Februari 2020.

Mamuju, Mediaekspres.com – Berbagai pihak mengapresiasi pelaksanaan rekrutmen Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mamuju beberapa hari yang lalu. Salah satunya Mantan Timsel KPU Kabupaten Polman dan Mamasa, Sudirman AZ.

Menurut Sudirman, langkah-langkah yang dilakukan oleh Penyelenggara Pemilu, baik KPU Kabupaten Mamuju, Majene, Mamuju Tengah dan Pasangkayu, sangat mengedepankan keterbukaan. Bahkan dalam pemeriksaan hasil tes tertulis juga melibatkan unsur KPU Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Bawaslu Kabupaten Mamuju dan Kepolisian.

Melalui via Whappshat, Sabtu (08/02/20) Sudirman mengajak semua elemen masyarakat, untuk bersama-sama menyukseskan Pilkada serentak tahun ini. Khususnya di 4 (empat) Kabupaten yang ada di Sulawesi Barat.

“Saya mengajak agar Pilkada Bupati dan Wakil Bupati di beberapa Kabupaten di Sulbar bisa terlaksana dengan baik,” ungkapnya.

Sementara ditempat yang berbeda, salah seorang peserta mengakui proses atau sistem pengawasan pelaksanaan ujian tes tertulis PPK cukup ketat.

“Pengawasannya saya lihat cukup ketat karena kemarin–kemarin, artinya HP bisa dibawah masuk, walaupun tidak bisa digunakan, tapi dibawa masuk, sekarang hp itu dikumpul, artinya untuk bantuan selain otak sendiri, itu agak susah,” ucap Nasmuddin, usai melaksanakan tes tertulis calon anggota PPK. Dilansir editorial9.com.

Mantan Ketua PPK Kecamatan Balak–balakan pada Pemilu legislatif tahun 2019 lalu itu juga mengakui, soal yang disajikan oleh panitia seleksi, masuk dalam kategori gampang–gampang susah.

“Saya lihat tesnya ini, boleh dibilang gampang, boleh dibilang susah, artinya selama kita belajar sesuai undang-undang yang diatur PKPU, maupun undang-undang tentang Pilkada, InsyaAllah kita kuasai itu,” ujarnya.

Lebih lanjut ia juga mengungkapkan, tes atau soal yang disajikan oleh panitia pelaksana, jauh lebih sulit dibandingkan dengan tes tertulis seleksi anggota PPK pada Pileg dan Pilpres Tahun 2019 lalu.

“Kesulitannya sekarang ini agak lebih sulit, karena ada soal–soal yang mengecoh, kalau kita tidak lihat dengan benar atau kita jernih melihat, karena jawaban didalam banyak yang sama, tapi model–model pertanyaannya yang kita harus selektif melihatnya,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh peserta lainnya, Firman Faisal. Tes tertulis calon anggota PPK untuk Pilkada Tahun 2020 pengawasanya cukup tegas dibandingkan Pemilu 17 April 2019 lalu.

“Ketegasannya kali ini sangat tegas. Pokoknya apapun yang berkaitan dengan seperti Handphone, dengan segala macam itu tidak diperbolehkan. Jadi memang betul – betul kita hanya membawa alat tulis masuk kedalam ruangan,” ungkap Firman Faisal, yang juga mantan anggota PPK Kecamatan Tapalang Barat.

Sementara peserta bernama Ahmad Zulkifli mengakui, proses tes tertulis PPK sangat aman dan lancer karena pelaksanaannya diawasi langsung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
“Aman, lancar, damai dan diawasi oleh Bawaslu,” ungkap Ahmad Zulkifli selaku peserta dari Kecamatan Kalukku, Desa Keang.

Pihaknya juga berharap pelaksanaan seleksi tersebut, dapat melahirkan anggota PPK yang berintegritas, jujur serta mampu mempertahankan tegaknya demokrasi.

“Harapannya semoga betul – betul menghadirkan menerima anggota PPK yang betul – betul berintegritas, jujur dan mampu mempertahankan tegaknya demokrasi,” tutup Ahmad Zulkifli.(*/wan)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *