oleh

Cerita Sedih Akbar, Bekerja Keras Demi Sekolahkan Adik

-Majene, Sosial-765 views
Akbar, Pemuda Tangguh dan Pekerja Keras, demi menghidupi kedua adiknya

Majene-Mediaekspres.com-Hidup bertiga dengan kedua adiknya sejak ditinggal kedua orangtuanya, lantas tak membuat pemuda ini patah semangat menjadi tulang punggung keluarga. Bekerja serabutan pun dipilihnya agar adiknya dapat terus mengenyam pendidikan. Itulah Akbar, warga Dusun Panawar Desa Adolang Dhua Majene, pemuda yang begitu gigih bekerja, diselimuti kerasnya kehidupan.

Gambaran kehidupan Akbar (18) awalnya diketahui tim Mediaekspres.com berdasarkan cerita seorang teman yang juga seorang pencipta dan sekaligus penyanyi daerah Mandar, Abdul Rajab, atau yang lebih dikenal dengan nama Yosep.

Penasaran dengan cerita Yosep, reporter Mediaekspres.com pun mengkroscek keberadaan keluarga tersebut. Dan benar, di sebuah Desa yang letaknya sekira 3 hingga 4 kilo meter dari jalan poros Majene-Mamuju, Akbar terlihat sebagai seorang pemuda berperawakan kurus, yang mungkin hal ini adalah pengaruh dari bekerja keras.

Akbar tinggal di sebuah rumah dimana ia dibesarkan, bersama adiknya Nur Ariska (14) yang saat ini duduk dibangku kelas 3 SMP dan adik bungsunya Muhammad Alip (10) yang masih kelas 3 Sekolah Dasar. Setahun yang lalu, ibunya, Maryam, meninggal karena penyakit strok. Sementara sang ayah, Salahuddin, sudah hampir 10 tahun meninggalkan mereka ke Kalimantan, yang menurut pengakuan Akbar, sang ayah telah menikah dengan wanita lain diperantauan. Akbar mengetahui hal ini waktu dirinya masih menuntut ilmu di Sekolah Dasar.

Dengan keadaan itu, Akbar dan kedua adiknya sejak lahir tinggal dirumah mereka berhiaskan kenangan suka maupun duka. Kini Akbar harus menafkahi kedua adiknya, dengan motivasi bahwa Akbar tak ingin kedua adiknya tersebut putus sekolah. Akbar, yang memang tidak punya Ijasah SMA karena harus putus sekolah sejak kelas 2 SMP, terpaksa bekerja dengan pekerjaan tak menentu, mulai dari buruh bangunan, pengangkut pasir, supir mobil, dan saat ini bekerja sebagai pengangkat alat-alat musik electon “Mubarak Sound” yang ada di desanya, itupun jika ada jadwal manggung.

Hasil pengalaman merantau yang sempat Akbar dapatkan di kalimantan, hanya membuatnya menghabiskan masa remaja dan mudanya untuk bekerja keras. Akbar bercerita, saat dirinya menjadi supir mobil, ia hanya diberi Rp 40.000 oleh majikan, dari hasil kerjanya selama dua hari, sehingga membuatnya berhenti menjadi supir, dan lebih memilih pekerjaan lain. Hasil-hasil kerja kerasnya inilah, yang digunakan untuk menafkahi adik-adiknya untuk terus mengenyam dunia pendidikan.

Akbar ketika ditemui mengaku akhir-akhir ini hanya dapat tinggal dirumah untuk beristirahat, sebab dirinya terserang penyakit tipes beberapa waktu yang lalu, kerja kerasnya pun ia hentikan untuk sementara waktu.

“Adik-adik jangan sampai mengikuti jejak saya yang putus sekolah, mereka harus tetap sekolah, saya akan bekerja dan bekerja untuk menafkahi adik-adikku, kata Akbar dengan mata berkaca-kaca, mungkin menahan perih beban hidup yang harus mereka lalui.

Sebenarnya Akbar masih memiliki kakak sulung perempuan, yakni Nur Zam Zam (20) yang saat ini berada di Samarinda, Kalimantan Timur. Meski terkadang sempat berkomunikasi, Nur Zam-zam, tak pernah memberikan bantuan biaya hidup. Kakak sulungnya tersebut, terakhir menjenguk mereka sekira setahun lalu saat Ibunya meninggal, apalagi kakaknya tersebut telah berumah tangga sekitar 2 tahun lalu.

Anehnya, Pemerintah Desa Adolang Dhua, melalui Sekertaris Desa, Supriadi, saat di temui di kantornya pada waktu yang sama, mengaku baru mengetahui tentang kisah beban hidup yang dijalani Akbar ini. Namun ia berjanji akan menyampaikan hal ini kepada Kepala Desa Adolang Dhua, untuk selanjutnya akan ditindaklanjuti.

“Tapi bantuan-bantuan untuk masyarakat tidak mampu di Desa kami, seperti bantuan beras untuk sejahtera (Rastra), kartu BPJS dan berbagai macam bantuan warga tidak mampu, selalu kami berikan kepada keluarga Akbar,”tutupnya.(Taslan Sahari)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *