oleh

Fahri Hamzah Sebut, Pak Jokowi Baca Buku Dua Lembar Setahun

-Mamuju-196 views
Foto Fahri Hamzah saat jadi narasumber diacara diskusi Ngobrol Inspiratif dan Bincang Literasi di Mamuju.

Mamuju – Mediaekspres.com – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menilai Presiden Republik Indonesia telah memberikan contoh literasi yang sangat merugikan Bangsa Indonesia.

Demikian disampaikan saat menjadi narasumber diacara diskusi dengan tema “Ngobrol Inspiratif dan Bincang Literasi” yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mamuju, bersama Penggiat Literasi Mamuju serta media online di Warkop Teras Mamuju, Jalan Pababari, Mamuju, Senin (11,02/19).

Sebelumnya, Fahri Hamzah menyinggung perang pemerintah dalam memahami konsep tradisi literasi. Nah itu yang dianggap mix, termasuk pejabat tidak memahami konsep manfaat tradisi literasi dalam kehidupan.

“Problemnya adalah kalau kita tidak menyadari bahwa membaca adalah awal segala-segalanya dan gagal meyakinkan rakyat, bahwa membaca adalah awal segala-galanya, maka kita telah memulai kegagalan, dan rasanya sekarang ini tidak kita temukan,” terangnya.

Baca juga, Pelantikan Komisioner KPID Sulbar Menunggu SK Gubernur

Lebih lanjut Fahri mengatakan, ditengah kegandrungan masyarakat sipil, organisai dan sebagainya, ingin meningkatkan tradisi literasi tetapi tidak terlihat contoh yang baik dalam membaca.

“Bahkan waktu kemarin presiden mengekspos satu adegan yang menurut saya sangat merugikan bangsa Indonesia, ketika dia mengatakan bahwa, kerjaannya itu kalau kosong dia bilang disuplai komik sama anak-anaknya. Dan waktu dia ditanya, apakah bapak membaca buku politik dibilang enggak-enggak. Dia bilang begitu, kecuali Soekarno, Soerkarno saya enggak tau disitu, bukunya atau apanya yang dibaca disitu.”

“Nah itu sebenarnya mengirim sinyal bahwa kita tidak terlalu mengerti manfaat tradisi literasi, tradisi ilmu pengetahuan dan membaca, padahal semuanya dimulai dari situ,” tambahnya.

Kemudia menurut Fahri, dalam sebuah bangsa yang didalamnya ada tradisi tawuran itu disebabkan bangsa yang malas membaca.

“Saya diberi tahu tadi, katanya orang Indonesia ini, tradisi membacanya dua lembar setahun, rata-rata ya… Enggak usah tersinggung yang suka baca buku. Mungkin maksudnya yang kaya Pak Jokowi begitu, yang dua lembar setahun gitu.”

“Silahkan dibantah kalau enggak setuju gitu, nah itu perasaan saya kalau Pak Jokowi itu hanya baca buku dua lembar setahun. Kalau komik katanya agak banyak, Robin hood, Doraemon dan si Juki,” kata Fahri, disambung ketawa para peserta diskusi. (Ir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *