by

Internet Masuk Desa, Warga Bonehau-Kalumpang Kecewa

Kabid Layanan E Government Dinas Kominfo Persandian dan Statistif Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar.

Mamuju, Mediaekspres.com – Salah satu warga yang mengaku dari Kecamatan Bonehau-Kalumpang, Kabupaten Mamuju mempertanyakan Program Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) terkait Layanan Internet Masuk Desa.

Melalui via telepon, Ahmad Amiruddin mengatakan, di Kec. Bonehau-Kalumpang tidak satupun yang mendapat program Layanan Internet Masuk Desa, padahal menurutnya di Bonehau-Kalumpang banyak desa yang tertinggal dan sangat membutuhkan program tersebut.

“Saya heran dan kecewa serta sakit hati, karena kondisi jalan yang parah ditambah lagi program Layanan Internet Masuk Desa yang tidak ada satupun di Bonehau-Kalumpang mendapat program tersebut.  Padahal daerah ini merupakan salah satu daerah Kabupaten Mamuju yang tertinggal,” ungkap Amiruddin, Selasa kemarin (21/01/20).

Ia berharap pemerintah memprioritaskan program pembangunan di Bonehau-Kalumpang, termasuk program Layanan Internet Masuk Desa.

“Pemerintah seharusnya memperioritaskan daerah kami yang sangat membutuhkan itu, untuk mengakses jika atau bila ada orang sakit atau kejadian yang harus di ketahui warga Bonehau-Kalumpan,” harapnya.

Menanggapi itu, Kabid Layanan E Government Dinas Kominfo Persandian dan Statistif Sulbar, Muhammad Ridwan Djafar menjelaskan Layanan Internet Masuk Desa merupakan program dalam rangka mensupport atau mendukung program Gubernur yaitu ‘Marasa’.

Disampaikan program Marasa adalah program pembangunan desa dengan mengacu pada indicator Mandiri, Cerdas dan Sehat. “Nah kami ini mensupport pada indicator cerdasnya sesuai tupoksi Dinas Kominfo,” terang Ridwan saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (22/01/19).

Kata Ridwan, meskipun Gubernur menetapkan 70 desa sebagai program lokasi Marasa pada tahun 2019, namun tidak semuanya bisa diselesaikan lantaran anggaran yang terbatas. Olehnya itu, hanya 32 desa yang bisa terealisasi pada tahun 2019. Itupun yang diutamakan lebih awal adalah sesuai hasil survey yang secara tekhnis memenuhi unsur kelayakan. Sementara untuk tahun 2020 ditarget 20 desa yang akan di realisasikan, kemudian seterusnya sesuai anggaran yang ada.

“Sebenarnya kita menginginkan dari 575 desa di Sulbar kena semua tetapi secara bertahap,” ungkapnya.

Lanjut di ungkapkan, sebenarnya konsep awal saat peresmian semua daerah bisa segera terealisasi, dan dananya diharapkan tidak hanya bersumber dari Dinas Kominfo tetapi juga dapat bersumber dari Dana Desa.

“Jika melalui Dana Desa kita bisa bantu penyediannya karena ini berbasis Katalog atau melalui online. Kami juga sudah membuat proposal untuk diajukan ke pusat karena ini memang mesti di melibatkan banyak pihak agar semua bisa cepat terealiasasi,” ujar Ridwan.

Selain itu, ia berharap Pemerintah Desa (Pemdes) dapat merespon baik program ini dengan menggunakan Dana Desa, karena akses Layanan Internet tersebut bisa diakses dari desa yang sudah ada melalui kabel Fiber Oktik (FO) dan penangkap/penerima jaringan, serta untuk pembelian alatnya bisa di fasilitasi oleh Dinas kominfo.

Baca juga, Dinas Kominfo Akan Meng-Counter Logo Sulbar di Internet

“Kami pernah menyarankan kepada Pemerintah Desa untuk membangun wifi corner atau kalau menurut Pak Kadis bisa menciptakan surga-surga pariwisata di halaman Kantor Desa yang menjadi pusat jaringan, karena melalui ini banyak bisa di akses. Apakah itu soal pendidikan, kesehatan dan ekonomi baik produk yang ingin dipasarkan atau di publics melalui media,” pungkasnya.

Untuk diketahui, menurut Ridwan, dari 70 desa yang ditetapkan lebih awal oleh Gubernur merupakan usulan dari BPMD dengan mengacu pada indicator daerah yang sangat tertinggal dan tertinggal.

Sementara kemanpuan akses jangkauan Layanan Internet tersebut mencapai sampai 500 meter tetapi pada jangkauan 200 meter sudah agak melemah dan itu juga tergantung dari kemanpuan daya tangkap jaringan HP. Namun meskipun demikian masih ada solusi melalui alat tangkap jaringan dan itu banyak tersedia di pasaran. (Luc/Wan)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *