by

Jangan Ada Jagung Surga Belaka!

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat, Ir. Mukhtar.

Mamuju, Mediaekspres.com – Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Ir. Mukhtar menanggapi polemik bantuan benih bibit jagung yang didistribusikan ke petani. Menurutnya benih bibit jagung yang didistribusikan sudah terjamin kualitasnya dan sudah melalui uji coba kelayakan untuk ditanam di Sulbar.

“Kita sudah uji coba di beberapa titik dan itu juga sudah mewakili untuk ditanam disemua daerah di Sulbar,” kata Mukhtar saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (22/01/20).

Selain itu dikatakan, pihaknya ada Pengawas Benih yang memastikan ketika benih sampai dilapangan dan dipastikan tidak akan diterima petani jika kualitas benihnya tidak sesuai apalagi expayer.

“Jadi itu poinnya bahwa benih kita bagus dan tidak ada yang expayer dan kalau ada yang ditemukan dilapangan, ya bisa jadi karena lambat ditanam dan petani juga tidak mengikuti petunjuk,” jelas Mukhtar.

Disampaikan, benih yang didistribusikan ke petani adalah benih hasil produksi Litbang atau hasil Putra-Putri bangsa yang sudah melalui penelitian dan sudah disertifikasi. Sedangkan jumlah benih yang didistribusi sebanyak 70 persen benih hasil produksi Litbang dan 30 persen benih impor.

“Itu juga karena kita ingin petani tidak bergantung pada impor,” tambahnya.

Diakui jika dibandingkan dengan kualitas benih impor seperti merk Bisi dan Pioner memang lebih bagus tetapi mutu produksi benih Litbang tidak akan kalah, asalkan petani mengikuti rekomendasi tekhnis budidaya.

“Kalau benih impor itu harganya kisaran 80-100 ribu dan jika semua pengadaannya benih impor kewelahan kita masalah pembiyaan karena bukan cuman itu yang di biayai,” pungkas Mukhtar.

Sebelumnya Wakil I Anggota DPRD Kabupaten Mamuju, Syamsuddin Hatta menemukan benih bibit jagung yang tidak layak ditanam atau daya tumbuhnya kurang. Syamsuddin menemukan benih bibit dari hasil Resesnya beberapa hari yang lalu yang sudah hampir expayer.

Sedangkan Wakil Ketua Komisi I DPRD Sulbar, Muh. Hatta Kainang meminta pihak pemerintah untuk mengevaluasi benih bibit jagung yang didistribusikan ke Petani.

Demikian disampaikan Hatta Kainang di sejumlah media sesuai laporan yang ia terima terkait penolakan petani terhadap bantuan benih bibit jagung disejumlah daerah di Sulbar.

Sementara Anggota Komisi III DPRD Sulbar, H. Damris melalui sulbarpedia.com berpendapat, tidak semua petani menolak bibit jagung yang diberikan pemerintah. Bahkan justru banyak petani yang merasa terbantu dengan adanya bantuan bibit jagung tersebut.

“Saya terlibat langsung membagikan bibit jagung itu, rata-rata petani menerima itu dan merasa senang mendapatkan bantuan. Ini bantuan pemerintah pusat, harusnya disyukuri karena tanpa mengurus sana sini, kita bisa dapat bantuan bibit. Kalo ada yang tolak mungkin sebagian tidak cocok dengan selera tanam petani,” katanya. (*/Wan)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *