by

Jelang Pilkada Pasangkayu, Bawaslu RI Antisipasi DPT Nyebrang 

Anggota Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin, berpose bersama komisioner dan staf Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat. Serta foto  Anggota Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin, saat beri sambutan sekaligus membuka kegiatan pada Rapat Koordinasi, Pengawasan Tahapan Pencalonan, Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020.

Mamuju, Mediaekpsres.com –  Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI selaku Koordinator Divisi Pengawasan, Mochammad Afifuddin mengimbau kepada Bawaslu tingkat provinsi hingga kabupaten mengantisipasi kerawanan Pilkada serentak 2020 di Sulawesi Barat.

Menurut, pria yang akrab disapa mas Afif ini, nanti semuanya akan diatensi, tingkat kerawanan Pemilu. Namun ia menyebutkan secara detail, belum diumumkan keseluruhan dan akan di umumkan indeks kerawanan di masing-masing daerah pada kunjungan selanjutnya. Ia mencontohkan, untuk sementara, antisipasi kerawanan Pemilu berpotensi DPT nyebrang itu ada di daerah perbatasan, seperti Pasangkayu,  Donggala dan Halmahera utara.

“Tapi di daerah yang sudah kita antisipasi, misalnya daerah perbatansan, dimana berpotensi adanya DPT Nyebrang. Seperti Pasangkayu kalau di Sulawesi Barat,” ujar Muchammad Afifuddin, kepada mediaekspres.com usai membuka kegiatan Rapat Koordinasi, pengawasan Tahapan Pencalonan, Pemilihan Kepala Daerah tahun 2020 di Mamuju, Rabu, (05/02/20).

Lanjut Afifuddin, potensi kerawanan Pemilu di daerah, menjadi wilayah perhatian Bawaslu RI, tidak hanya di Sulbar, namun juga di derah-daerah lainpun di seluruh Indonesia akan di antisipasi.

“Kerawanan-kerawanan lain akan disampaikan saat kunjungan menyangkut indeks kerawanan Pemilu. Mengantisipasi perpindahan pemilih atau mobilisasi pemilih, itu akan di antisipasi,” ujarnya lagi.

Sementara itu, ketua Bawaslu Sulbar,  Sulfan Sulo, akan menindak lanjuti arahan dari Bawaslu RI mengenai antisipasi kerawanan pPemilu. Khuwusnya di daerah perbatasan.  Seperti kabupaten Pasangkayu dan Kabupaten Donggala.

“Kita antisipasi di daerah tersebut itu, jangan sampai ada orang menggunakan hak pilih di dua kabupaten tersebut, karena itu daerah perbatasan,” kata dia

Selain itu, sambungnya, secara teknis tahapan Pemilu nantinya, akan membagun komunikasi dengan KPU,  sebelum masuk di data pemilih, semuanya sudah harus klir di wilayah data jumlah dan jumlah DPT. (San/Wan)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *