oleh

Kabid Bina Marga PU : Kami Sedang Cari Solusi

Hariwijaya, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas PU Mamuju Tengah

Mediaekspres.com-Mamuju Tengah. Pembangunan jembatan ganda yang belum ada kejelasan terkait ganti ruginya, Hariwijaya selaku Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kabupaten Mamuju Tengah, yang menangani soal penyelenggaraan dan perumusan pembangunan jalan, menanggapi isu tersebut yang Senin kemarin (30/10/19) sempat menuai kritik dari LSM Rakyat Pesisir.

“Terkait dengan pembagunan jembatan itu memang sudah planning dari pusat, khususnya Kementerian PUPR Dij.Bina Marga. kita seharusnya berbangga bahwa daerah kita diperhatikan pusat karna kondisi jembatan sekarang sudah turun abudment kiri-kanan”. jelas Kabid Bina Marga Dinas PU Kabupaten Mamuju Tengah, Hariwijaya. Topoyo, Mamuju Tengah (01/10/19).

pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah XIII. Menurutnya, jika pembangunan tersebut tidak terealisasi maka imbasnya dana sebesar 45 Milyar akan dialihkan ke Daerah lainnya.

“saya kemarin, sudah bertemu dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional wil-13 di Makasasar, bahwa pembgunan tesebut harus terealisasi. kalau tidak, maka imbasnya dana 45 Milyar akan dialihkan kedaerah lain, kalau permasalahan pembebasan lahan tidak teratasi”. lanjut Hariwijaya melalui pesan WhatShaap kepada awak mediaekspres.com.

namun saat ditanya soal ganti rugi rumah warga, Pihaknya tidak tahu-menahu soal hal tersebut, karna masih mencari solusi terkait itu.

“Kalau masalah ganti rugi saya kurang tahu, apakah ada atau tidak. ini yang masih dicari solusinya.
Dimana-mana perkembangan suatu kota pasti ada pengorbanan”. jelas Hariwijaya menjawab pertanyaan melalui pesan WhatShaap.

Hariwijaya juga memberi keterangan bahwa, dia tengah dalam perjalanan, dan hari ini sekaligus akan singgah di Kasatker P2JN Provinsi Sulawesi Berat, untuk meminta menurunkan luas penggusuran tanah, yang sebelumnya 288 Meter, dan Pemda Mamuju Tengah meminta hanya 100 Meter saja kiri-kanan, supaya tidak banyak warga yang dikorbankan.

“Insya Allah, nanti saya mau singgah di Mamju ketemu Kasatker P2JN, semoga ada solusi karna panjang yang diminta 288 meter, sedangkan pemerintah meminta 100 m saja kiri-kanan jembatan, agar tidak terlalu banyak korban.
Insha Allah, semoga ada jalan kluar. (F.Harun)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *