oleh

Kesalahan Penulisan di Logo Provinsi Sulawesi Barat

Logo Provinsi Sulawesi Barat bertuliskan Millete Diatonoanan ‘salah’.

Mamuju, Mediaekspres.com – Tulisan tersebut yang seharusnya memakai kata “Mellete Diatonganan” tertulis “Mellete Diatonoanan”.

Tulisan “Diatonoanan” pada logo Sulbar itu dipertanyakan artinya oleh pemilik akun Facebook ka’di Tepu Lotong.

Dalam unggahannya pada 25 November 2019 pukul 21.00 itu, sebagai orang Mandar tak tau sama sekali arti dari “Diatonoanan”. Yang ada hanya diatonganan yaitu dalam kebenaran.

Menurut Ka’di yang akrab di sapa Hardi ini,  hampir seluruh mesin pencairan google logo Sulbar tertulis “Mellete Diatonoanan”. Tidak di temukan logo Sulbar yang memakai kata “Mellete Diatonganan”

Artinya, setiap orang Sulbar yang ingin memakai Logo Sulbar otomatis memakai logo yang bertuliskan “Mellete Diatonoanan”.

Seperti salah satu percetakan di Mamuju, setiap ada pesanan dengan menggunakan Logo Sulbar, mengambilnya dari Internet.

Hardi berasal dari Pelattoang, Kab Majene ini, bekerja di Mamuju sebagai tukang las, namun ketelitiannya dalam bekerja menemukan tulisan pada Logo Sulbar salah. Dia menceritakan, saat dirinya hendak mencetak Logo Sulbar dengan bahan sticker, ia kaget saat sticker Logo Sulbar telah di cetak dengan tulisan “Mellete Diatonoanan” menurutnya tulisan itu salah. Hardi yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang las ini, memahami arti dari semboyan yang terdapat pada Logo Sulbar itu yaitu, “Meniti Diatas Kebenaran”

Ia kemudian mengembalikan ke percetakan untuk mengganti mencetak ulang dengan tulisan “Mellete Diatonganan”.

Sementara itu, Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia Provinsi Sulawesi Barat, Darmansyah saat di konfirmasi mengatakan, penulisan “Mellete Diatonoanan” adalah kesalahan dalam penulisan. Menurutnya, kata yang seharusnya terdapat pada Logo Sulbar yaitu “Mellete Diatonganan”, kata dasarnya adalah Tongang  yaitu benar.  Jadi Attonganan adalah kebenaran.

Sedangkan Attonoanan berasal dari kata Attonang dalam bahasa Mandar, Darmansyah menyebutkan perbatasan. (Ik)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *