oleh

Lima Bulan Bekerja, Penyuluh Agama Kabupaten Mamuju Belum Terima Gaji

Gambar : Ilustrasi Pemotongan Gaji

Mamuju-Mediaekspres.com. Penyuluh Agama di Kabupaten Mamuju, yang jumlahnya lebih dari 250 orang,  satu diantaranya mengeluhkan persoalan penundaan gaji, yang tidak diketahuinya, sampai kapan penundaan tersebut. salah seorang penyuluh agama yang enggan dipublikasikan namanya itu, memberikan keterangan kepada kepada reporter mediaekspres.com, bahwa sejak bulan Juli 2019, belum pernah menerima gaji hingga November ini.

Menurut penyuluh agama yang berinisial HS, yang enggan disebutkan namanya ini, dirinya telah melaksanakan tugasnya dalam mendampingi masyarakat (Majelis Ta’lim, dll), selain berceramah, juga aktif mensosialisasikan kaidah-kaidah dalam beragama sebagai warga Negara Indonesia, yaitu mengamalkan ajaran agama namun tetap menjaga kesatuan dan persatuan sesama ummat beragama dan sesama manusia. namun karna kondisi ekonomi yang memang kurang baik akhir-akhir ini, dirinya meresahkan, atas penundaan gaji yang belum ada kejelasan.

“inimi juga, kita sementara butuh untuk keperluan-keperluan keluarga, sementara belum ada gajian, sejak bulan 7 (Juli) kemarin, sementara belum ada kepastian juga dari Depag (Kantor Kementrian Agama)”. keluh Penyuluh Agama yang berinisial HS tersebut.

saat ditanya penyebab keterlambatan pembayaran gaji Penyuluh Agama tersebut, yang tidak terbayarkan sejak bulan juli hingga November ini, yang seharusnya sudah terbayarkan beberapa waktu yang lalu. pihaknya juga tidak mengetahui, apakah karena ada perubahan anggaran atau ada sesuatu yang lain..

“mungkin karna ada perubahan anggaran, atau apalah. karna tidak ada informasi juga dari pihak kantor ini”. jawabnya saat ditanya penyebab belum terbeyarkannya gaji tersebut.

Meskipun upah pekerjaan yang membutuhkan keahlian bersosialisasi dan mempunyai keilmuan dibidang agama tersebut, tidaklah terlalu banyak, namun pihaknya berharap agar gaji yang seharusnya diterimanya tersebut, agar disegerakan, karna dirinya dan keluarganya juga sedang membutuhkan.

“Kami berharap agar pemerintah bisa memperhatikan atas kejadian keterlambatan ini, karna kami juga membutuhkan untuk kebutuhan sehari-hari keluarga kami”. tambahnya.

saat ditanya soal jumlah gaji yang harus diterimanya, HS mengatakan bahwa gajinya dalam setiap bulannya adalah 1 juta rupiah, tapi itu diterimanya setiap 3 bulan.

“1 juta per-bulan, yang harusnya diterima setiap tiga bulan. tapi ini sudah bulan berapa, sementara sejak bulan 7 (juli), tidak diterima” terang HS. (Luc)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *