oleh

Menanggapi Gaji Penyuluh Agama Yang Terlambat di Mamuju

Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Mamuju, H. Usman, S. Ag.,M.Si.

Mamuju, Mediaekspres.com – Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) Islam Kemenag Kabupaten Mamuju, H. Usman menanggapi gaji Penyuluh Agama yang terlambat dibayarkan.

Disampaikan, penyebab keterlambatan gaji penyuluh agama baik Islam mupun Penyuluh Agama lainnya, karena persoalan anggaran yang kurang.

Usman menjelaskan, khusus insentif Penyuluh Agama Islam (PAI) Non PNS dari 2017 dan 2018 sebanyak Rp 500.000 per bulan, berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian dan Lembaga (RKAKL).

Namun di 2019 gaji PAI bertambah menjadi Rp 1.000.000 sesuai kebijakan Persiden Republik Indonesia (RI) melalui Kementerian Agama. Akan tetapi di RKAKL-nya masih Rp 500.000 sehingga insentifnya hanya bisa dibayarkan sampai bulan Juni.

“Itulah kenapa mulai dari bulan Juli sampai sekarang belum dibayarkan,” terang Usman saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (26/11/19).

Baca juga, Lima Bulan Bekerja, Penyuluh Agama Kabupaten Mamuju Belum Terima Gaji

Ia juga menyampaikan, terkait dengan gaji PAI yang terlambat itu akan segera dibayarkan di awal bulan Desember.

“Sudah ada persertujuan dari Kementerian Agama (Kemenag) dan kami juga sudah komunikasi dengan pihak Kanwil bahwa akan dirafel di awal bulan ini,” ungkapnya.

Usman berharap kepada penyuluh agama, khususnya agama Islam non PNS yang berjumlah 93 orang di Kabupaten Mamuju untuk bersabar sesuai pentunjuk.

“InsyaAllah insentifnya akan dicairkan di awal bulan Desember dan tidak sampai pertengahan,” tutupnya. (Ir)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *