oleh

Ngeri : Sumpah Cakades Lalatedong, Siap Dilakhnat Tuhan Jika Money Politik

Saat ketiga Cakades Lalatedong, melakukan pengambilan sumpah.

Majene-mediaekspres.com. Penyampaian visi-misi dan orasi politik Calon Kepala Desa (Cakades) Lalatedong periode 2020-2026 di dahului sumpah para calon, dimana sumpah tersebut, diharapkan meminimalisir pelanggaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), seperti money politik ataupun pelanggaran lainnya.

Namun sumpah tersebut menyita perhatian, baik dari para pendukung ketiga calon, maupun para penonton dari luar desa yang sengaja datang menyaksikan penyampaian visi misi tersebut, dilapangan desa Lalatedong. Minggu (17/11/2019)

dimana sumpah itu tidak lazim, atau bahkan menurut mantan Ketua DPRD Majene, Darmansyah, bahwa tidak pernah ada Pilkades melakukan sumpah seperti itu di desa lain.

“Sumpah ini tidak main-main, dan tidak ada di Desa lain, dimana siap dilaknat dan diberikan musibah” kata Darmansyah. yang diamanahkan ketua BPD Lalatedong untuk membimbing /membacakan sumpah tersebut, yang diikuti ketiga calon, dengan al-Quran diatas kepala.

Berikut sumpah yang di ucakapkan ketiga Cakades Lalatedong, dengan al-Quran diatas kepala.

Darmansyah juga berharap Pilkades yang beberapa hari lagi akan berlangsung, yakni  Kamis (21/11/2019) para Cakades Lalatedong tidak melakukan money politik.

“Dimana kita indikasi banyak desa untuk priode ini kayaknya akan main uang, tapi Lalatedong jangan, kalau ini bisa dilakukan luar biasa” lanjut Darmansyah.

Sebagai tokoh masyarakat desa Lalatedong, dia juga menghimbau, agar memilih dengan hati nurani, siapa yang pantas dipilih untuk menahkodai  desa Lalatedong enam tahun kedepan, dengan mendengar pemaparan visi-misi

“Kepada masyarakat juga, bantulah kepala desa ini, artinya bantu, apa gunanya kita tampilkan visi misi kemudian dikalahkan dengan bagi-bagi uang, karena sebenarnya ini visi-misi siapa yang benar-benar unggul itu yang kita dukung” jelas Darmansyah di depan ratusan warga Desa Lalatedong yang menyaksikan penyampaian visi-misi dan orasi politik Cakades.

Sementara Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) Lalatedong, Muhammad Sibli, menjelaskan bahwa tujuan sumpah dan pernyataan Cakades Lalatedong tersebut untuk berusaha memberikan tekanan batin, sehingga tidak melakukan money politik, karena jika hanya sanksi hukum mereka bisa saja abaikan.

“dengan sumpah kepada Allah SWT, bisa saja mereka takut, dengan begitu masyarakat desa Lalattedong sadar akan demokrasi dan dapat menentukan pilihan yg tepat untuk desa lalattedong enam tahun kedepan” tutur Ketua PPKD yang akrab dipanggil Sibli.

Untuk mempertegas penolakan politik uang, para Cakades melakukan penandatanganan pernyataan tertulis bermaterai 6000, dimana jika terbukti melakukan pelanggaran, siap untuk di diskualifikasi dari calon kepala desa.

“Dan kami juga membuat pernyataan itu, untuk meminimalisir pelanggaran pilkades sehingga para calon kepala desa taat pada aturan” tegas Sibli.

Berikut nama-nama calon kepala desa Lalatedong, calon nomor urut 1. Hasan BA, 2. Kaslin, 3. Ridwan Maruseng, yang merupakan incumbent. (tsln)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *