oleh

Poktan Sulbar Keluhkan Pupuk Palsu

-Hukum, Mamuju, Pangan-178 views
Sampel Pupuk yang diduga Palsu (Foto : Uchu Lapsus)

Mamuju-Mediaekspres.com-Sejumlah kelompok tani mengeluh dengan pupuk NPK yang di distribusi oleh Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Barat. Pasalnya pupuk yang disalurkan tersebut diduga palsu.

Menurut ketua kelompok tani yang enggan disebut namanya mengatakan, pupuk yang di distribusi ke kelompok tani tersebut, tidak memiliki pengaruh terhadap tanaman jagung, padi dan kakao sesuai tanaman yang di rekomendasikan oleh Dinas Pertanian.

“pupuknya tidak terurai selama enam bulan setelah digunakan pak” tuturnya saat ditemui di tempatnya, Mamuju, Kamis (8/6/2017).

Sementara itu, menurut ketua DPD LSM TIM Sembilan, Karim mengatakan, berdasarkan hasil informasi dari lab, kandungan unsur haranya nol dan untuk pengembangannya sementara di uji lebih lanjut di Makassar.

“kami sudah kirim sampel ke Makassar untuk Uji Lab lebih lanjut,”ungkapnya.

Ia menambahkan, pupuk tersebut di distribusi sebanyak 175 kelompok tani se Sulbar. Dimana dalam satu Kecamatan terdapat tiga Kelompok tani yang mendapat pupuk NPK berat 50 kg dengan Jumlah 30 karung per kelompok.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pertanian, H. Hamsah mengatakan, mengenai pupuk yang di distribusi kepada kelompok tani sementara menunggu hasil dari Irjen. Menurutnya, sesuai hasil verifikasi dokumen, uji leb dan peninjauan pabrikan sebelum kontrak telah memenuhi syarat.

“Tunggumi hasil dari Irjen Kementan sekarang, palsu atau tdk, kalau memang ada palsu pasti tdk akan kami bayar. Kalau memang palsu pasti kami yg duluan keberatan ke pabrikannya dan rekanannya, karena hasil verifikaski dokumen, uji leb dan peninjauan pabrikan sebelum kontrak, itu memenuhi semua,”ungkapnya saat di konfirmasi melalui WA Messanger, Kamis (8/6/2017).

Pihaknya juga mengakui, pupuk tersebut dianggarkan tahun 2016 dan belum membayarkan pihak rekanan karena masih dalam tahap pemeriksaan.

“Iya benar thn 2016, tapi masuk namanya tunda bayar, jadi belum terbayar sampai sekarang, nanti ada rekomendasi dari irjen sekarang yg sementara periksa baru bisa di bayar atau tidak, jadi tinggumi hasil Irjen,”pangkasnya.

Reporter : Irwan
Editor      : Mursyid

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *