oleh

Sengketa PILKADES Tammerodo Masih Bergulir, PMD Dan PPKD Diminta Perhitungan Suara Ulang

Foto : Jasman (Ketua Tim Pemenangan Calon Kepala Desa Tammerodo, Nomor Urut 2, Muhammad Alwi)

Majene-Mediaekspres.com. Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) Tammerodo dinilai cacat prosedural dalam melaksanakan tugas di Pemilihan Kepala Desa Tammerodo Kecamatan Tammerodo yang baru saja berlangsung secara serentak di Kabupaten Majene pada tanggal 21 November 2019.

Hal itu diungkap oleh Jasman, ketua tim calon kepala desa nomor urut 2 yang dianggap dirugikan dalam pemilihan kepala desa tammerodo, menurutnya Ketua PPKD terlalu dini mengeluarkan putusan akhir pemilihan kepala desa tammerodo sebelum masa sanggahan tiga hari berakhir dan itu dinilai melanggar UU.

“Ketua PPKD beserta jajarannya telah mengeluarkan putusan dan menetapkan bahwa pemilihan kepala desa tammerodo telah selesai, sedangkan dalam aturan itu tidak bisa karena kami telah memasukkan sanggahan dan gugatan terkait dugaan adanya pelanggaran sebelum tiga hari itu” ujar Jasman kepada awak mediaekspres.com minggu 24 november 2019.

Makanya hasil rapat BPD tadi ini tidak bisa mengambil keputusan dan bahkan menyurat terkait hal itu karena memang sebelumnya kita sudah melakukan sanggahan dan itu jelas dalam aturan, lanjutnya.

“Jasman menegaskan dengan masuknya sanggahan gugatan calon nomor urut 2 terkait adanya pelanggaran Pilkades, ia menganggap proses pemilihan kepala desa tammerodo, belum berakhir dan masih berlangsung”.

“Kami meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dapat mencarikan solusi dan PPKD agar bersikap netral, dan bila perlu lakukan perhitungan suara ulang untuk menghindari ketegangan di masing masing calon, karena dugaan adanya pelanggaran disemua TPS, dimana terdapat banyak kertas suara yang batal tetapi PPKD mengesahkan, tanpa regulasi yang jelas, dan juga kertas suara yang sudah rusak tapi masih diberikan kepada pemilih”.

Menanggapi hal itu, Suharno A Ketua Panwas Pemilihan Kepala Desa Tammerodo juga membenarkan adanya pelanggaran, atas banyaknya kertas suara yang tercoblos tidak menggunakan alat coblos/paku tetapi sengaja dirobek dan juga adanya kertas suara yang tercoblos diluar kolom, masing-masing calon dan masih dihitung sah oleh PPKD, sedangkan dalam aturan tidak bisa.

“Kami telah menyampaikan temuan berupa kertas suara yang tidak sah tapi masih tetap dihitung sah oleh PPKD” terang Suharno.

Puluhan kertas suara tercoblos kami duga tidak menggunakan alat coblos kertas/paku tapi sengaja dirobek, kami liat disitu lubangnya besar sekali, dan banyaknya kertas suara yang tercoblos diluar kolom, tapi masih ikut terhitung sebagai suara sah, oleh salah satu calon.

Sehingga kami Ketua Panwas Pilkades Tammerodo, melayangkan surat secara tertulis ke PMD melalui BPD, dan tembusannya ke DPD dan DPRD Kabupaten, dan dalam isi surat itu kami merekomendasikan adanya perhitungan suara ulang, tutup Suharno. (Jumain)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *