oleh

Virus Kelelawar di Desa Tubo Tengah Diteliti

-Advertorial, Majene-58 views
Saat sala satu peneliti LBM Einjkman, Tina kusuma. memberikan penjelasan tentang virus zoonosis

Majene-mediaekspres.com- Peneliti dari Lembaga Biologi Molekular (LBM) Einjkman, melakukan sosialisasi pemaparan hasil study atas munculnya penyakit bersumber dari binatang (zoonosis) dan karakterisasi perilaku pada masyarakat beresiko tinggi di Indonesia.

Mereka memulai penelitian di Desa Tubo Tengah sejak tahun lalu, hingga saat ini pada bulan Agustus, melakukannya lagi dan lebih khusus pada mengambilan spesimen biologis masyakarat Tubo Tengah, dari pemburu kelelawar, juga pengambilan sample darah kelelawarnya.

Kepala Desa Tubo Tengah, Ansar. (Baju putih) Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan, Kabupaten Majene, Burhan Usman. Dan para peneliti LBM Einjkman.

Kepala desa Tubo Tengah merasa bersyukur dan terbantu khusunya dibidang kesehatan, karena atas penelitian ini, warga dapat diperiksa kesehatannya, terkhusus bagi para pemburu kelelawar. “Beresiko tinggi terkena virus, yang kemungkinan membuat mereka terserang penyakit. Dan atas penelitian ini kita merasa terbantu,” ujar kepala Desa Tubo Tengah, Ansar, kepada mediaekspres.com di Tubo Tengah, Jum’at, (23/08/2019).

Sementara itu, Peniliti Einjikman, Tina Kusuma Ningrum menjelaskan, tujuan utama dari penelitian tersebut yakni untuk surveilans virus, meneliti dimasyarakat yang berisiko tinggi dari virus satwa liar. Selain itu, penelitian tersebut dilakukan secara global di 30 negara di benua asia dan afrika. Dan untuk di indonesia sendiri itu, difokuskan di sulawesi, tepatnya di sulawesi utara, gorontalo, sulawesi tenggara dan sulawesi barat.

Para undangan sosialisasi

Hal itu ia lakukan, karena banyak warga sekitar menjadi pemburu kelelawar, sebagai pekerjaan sampingan. Sehingga para peneliti ini, merasa perlu melakukan penelitian.

Lebih lanjut Tina menjelaskan bahwa, penyakit tersebut ditularkan hewan ke manusia. Untuk satwa liar, sambungnya, ia sendiri di fokuskan pada kekelelawar dan tikus yang warna ekornya putih.

Beruntung di desa Tubo Tengah, belum ada yang terkena virus tersebut. “Untuk di Desa Tubo sendiri belum ada yang terkena virus, untuk sementara masih negatif,” tutup Tina. (Adv)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *