MAJENE, MEDIAEKSPRES.id – Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap korban kecelakan kapal di perairan Sendana, telah membuahkan hasil.
Seorang nelayan bernama Bidol, 48 tahun, warga Desa Bukit Saman, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) ditemukan pada posisi 100 meter dari lokasi kejadian dalam keadaan sudah meninggal dunia.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mamuju, Saidar Rahmanjaya mengatakan, unsur yang terlibat dalam pencarian yakni, Pemerintah Majene (Wakil Bupati Majene), Team Rescue Kansar Mamuju, Koramil 1401-03 Sendana, Syahbandar Majene, Polair Majene, BPBD Majene, BPBD Pasangkayu, Babinkamtibmas Sendana, Polsek Sendana, Posmat AL Polman, PMI Markas Majene, KSR Sendana, SAR UNM, TGC Puskesmas Sendana I (satu), Aparatur Desa, Masyarakat dan Pihak Keluarga.
“Dengan ditemukannya korban maka Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) dinyatakan selesai dan diusulkan untuk di tutup,” ungkap Saidar Rahmanjaya, Senin (20/07/20).
Baca juga:
Saat ini korban juga sudah diserahkan ke pihak keluarga. Dimana sebelumnya korban terlebih dahulu dievakuasi ke Puskesmas Sendana,
Untuk diketahui, sebelumnya Bidol dikabarkan berangkat menggunakan perahu untuk menangkap ikan pada Sabtu 18 Juli 2020 sekitar pukul 16.00 Wita dan kemarin dilaporkan belum kembali.
Reporter: Tompo
Editor : Mediaekspres.id
Kata bijak: “Hidup dan mati ada dalam genggaman Illahi. Takdir adalah kepastian, tapi hidup harus tetap berjalan. Proses kehidupan adalah hakikat, sementara hasil akhir hanyalah syariat. Gusti Allah akan menilai ketulusan perjuangan manusia, bukan hasil akhirnya. Kalaupun harus menjumpai kematian, itu artinya mati syahid di jalan Tuhan.’
Diponegoro




Comment