27 Tahun Menanti, Rumah Besar NU Sulbar Akhirnya Berdiri di Mamuju

MAMUJU, MEDIAEKSPRES.COM– Ada penantian yang tak selesai hanya dalam hitungan tahun. Ia tumbuh bersama perjalanan organisasi, melewati pergantian kepengurusan, hingga akhirnya menemukan wujudnya dalam sebuah bangunan.

Itulah rasa terima kasih yang disampaikan Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Sulawesi Barat, Dr. KH. Adnan Nota, atas keberhasilannya pembangunan gedung PWNU Sulbar yang kini berdiri di Jalan Martadinata, Tambayako, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju.

Bagi Adnan Nota, berdirinya gedung tersebut bukan sekedar hadirnya sebuah bangunan fisik. Lebih dari itu, gedung ini menjadi penanda perjalanan panjang organisasi Nahdlatul Ulama di Sulawesi Barat, jawaban sekaligus atas harapan yang telah terpelihara sejak puluhan tahun silam.

Dalam periode kepemimpinannya yang kedua, Adnan mengaku menaruh harapan besar agar gedung PWNU Sulbar dapat terwujud. Harapan itu akhirnya menjadi kenyataan.

“Dan Alhamdulillah Penantian Panjang Terwujud Kantor PWNU Sulbar sejak 1999-2026 telah terwujud,” ujar Dr. KH. Adnan Nota, saat di konfirmasi, pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

Rentang waktu 1999 hingga 2026 menjadi saksi bahwa membangun rumah organisasi membutuhkan kesabaran, komitmen, dan ikhtiar yang tidak sebentar.

Adnan berharap, kehadiran gedung PWNU Sulbar dapat menjadi ruang yang lebih representatif bagi penguatan organisasi. Tidak hanya sebagai pusat administrasi, tetapi juga sebagai tempat bertemunya gagasan, menyatukan langkah, dan merawat silaturahmi antar unsur Nahdlatul Ulama.

Menurutnya, keberadaan kantor tersebut akan mempermudah konsolidasi organisasi, baik di tingkat pengurus wilayah maupun pengurus cabang di setiap kabupaten.

Termasuk memperkuat koordinasi lintas badan otonom (Banom) NU yang selama ini menjadi bagian penting dalam menggerakkan roda organisasi di Sulawesi Barat.

Kini, gedung itu tidak hanya berdiri di atas tanah di Tambayako. Ia membawa makna tentang sebuah penantian panjang yang akhirnya menemukan rumahnya.

Sebab, organisasi besar tidak hanya membutuhkan gagasan dan pengabdian, tetapi juga tempat untuk menjaga kebersamaan, menyusun langkah-langkah, dan menyiapkan masa depan. (*)

Comment