Ilham Laode Mengaku Diseret dan Dipukuli Usai Bongkar Dugaan Revitalisasi Sekolah, LSM Warning Polisi

MAJENE, MEDIAEKSPRES.COM — Ilham Laode, sosok yang sebelumnya mengungkap dugaan persoalan dalam program revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mengaku menjadi korbannya.

Ia menyampaikan pengakuan tersebut saat dikonfirmasi di Puskesmas Lembang, Kamis malam (29/10/2026), ketika dirinya sedang menjalani perawatan.

Dalam keterangannya, Ilham mengaku peristiwa itu bermula sekitar pukul 21.00 WITA. Saat keluar dari rumahnya, ia mengaku dihampiri seorang pria yang menurut Ilham bernama Darmawan, tepat di jalan samping Kafe NF, Majene.

“Saya di jalan berada di samping Kafe NF Majene.Nawesomi Baro bayu mane nalellerria,” ujar Ilham sambil merintih kesakitan. Ia menjelaskan bahwa kerah bajunya ditarik sebelum dirinya dilepas.

Ilham kemudian mengaku dipaksa naik ke sepeda motor dan dibawa ke rumah pria tersebut. Namun, saat melihat kesempatan, ia berusaha melarikan diri.

Menurut penuturannya, upaya itu membuatnya kembali dikejar. Ia mengaku terjatuh dan mengalami pemukulan beberapa kali.

“Saya lari dari rumahnya, saya dikejar lalu saya jatuh. Saya dipukul lagi beberapa kali,” tuturnya.

Ilham mengatakan dirinya akhirnya mendapat pertolongan dari seorang warga yang membawanya ke tempat aman. Setelah itu, ia mengaku diantar ke Puskesmas Lembang untuk mendapatkan perawatan.

“Saya sudah divisum, dan ada polisi juga di sini di puskesmas sekitar tujuh orang,” katanya.

Atas kejadian itu, Ilham Laode mengalami cidera luka memar dan pembengkakan di kepala.

 

Baca Juga :  Memanas! Dugaan Setoran Revitalisasi Sekolah Majene Disorot, DPRD Khawatir Dana 2027 Terancam, GLS Desak Bupati Bertindak

 

LSM Merdeka Manakarra Desak Polisi Usut Tuntas

Ketua LSM Merdeka Manakarra Sulawesi Barat, Andika Putra, menyampaikan dugaan penampakan yang dialami Ilham. Ia menyebut pihaknya sejak awal telah menyampaikan informasi kepada kepolisian mengenai dugaan intimidasi terhadap Ilham setelah yang bersangkutan mengungkap dugaan penipuan yang mengatasnamakan program revitalisasi sekolah di Majene.

Andika menilai keselamatan Ilham dan keluarganya perlu menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.

Ia mendesak kepolisian segera menyelidiki peristiwa tersebut, mengungkap motif serta pihak-pihak yang bertanggung jawab, dan memproses pun yang terbukti terlibat sesuai ketentuan hukum.

“Kami mendesak Polres Majene segera mengungkap identitas dan motif pelaku, melakukan penyelidikan secara profesional, serta menangkap pihak-pihak yang terbukti terlibat sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Andika.

Ia juga meminta agar penanganan perkara dilakukan secara transparan dan tanpa tebang pilih. Menurutnya, masyarakat yang menyampaikan informasi mengenai dugaan penyimpangan harus mendapatkan perlindungan ketika menghadapi ancaman keselamatan.

Hingga berita ini disusun, kronologi masih bersumber dari keterangan Ilham. Redaksi masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak kepolisian dan pihak yang disebut dalam keterangan korban. (*)

Comment