BONEHAU, MEDIAEKSPRES.COM — Penghentian sementara penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Kecamatan Bonehau menuai pertanyaan dari warga.
Pasalnya, ketika beberapa sekolah tidak lagi menerima program tersebut, sekolah lainnya justru masih mendapatkan layanan MBG.
Kondisi ini memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat mengenai alasan penghentian distribusi makanan bergizi bagi para siswa, terlebih belum ada kejelasan kapan program tersebut kembali berjalan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah sekolah yang tidak lagi menerima MBG di antaranya SD Inpres Talondok dengan jumlah 51 siswa, SD Pabettengan, TK Pabettengan, SDH Salutiwo, SD Salukutu, SD Mappu, SD Lumika 1, SD Lumika 2, SD Sarusan, SMA Negeri 1 Bonehau, SMP Negeri 1 Bonehau, serta SMP 4.
Penghentian tersebut menjadi perhatian warga karena program MBG merupakan salah satu upaya pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik.
Ketidakpastian penyaluran dikhawatirkan menimbulkan kebingungan, baik bagi pihak sekolah maupun orang tua siswa.
Sementara itu, Kepala MBG menjelaskan bahwa penghentian penyaluran tersebut berkaitan dengan rencana pengalihan layanan ke dapur MBG wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Namun, persoalan muncul karena dapur 3T yang menjadi tujuan pengalihan hingga kini belum memiliki kejelasan kapan mulai beroperasi.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesiapan sistem distribusi sebelum layanan MBG dihentikan di sekolah-sekolah tersebut.
Warga berharap pemerintah segera memberikan kepastian. Jangan sampai proses pengalihan layanan justru membuat para siswa kehilangan akses terhadap program pemenuhan gizi dalam waktu yang tidak menentu.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti kapan penyaluran MBG di sekolah-sekolah tersebut akan kembali berjalan.
Pihak terkait diharapkan segera menjelaskan jadwal operasional dapur 3T, mekanisme pengalihan distribusi, serta langkah sementara untuk memastikan para siswa tetap mendapatkan layanan MBG.
Program yang menyangkut kebutuhan gizi anak-anak semestinya tidak berhenti dalam ketidakpastian.
Mediaekspres.com akan terus berupaya mengonfirmasi perkembangan persoalan ini kepada pihak penyelenggara MBG dan instansi terkait. (*)




Comment