PUISI: Fatamorgana Kedamaian

Kulihat anak itu keluar dari perut bumi

Menari-nari mendendangkan kidung

Arak-arakan kereta kencana

Menambah suka hidupnya

 

Anak itu melambai, mengajak semua insan menyatu

Menyatu dalam simfoni kedamaian

Menyatu dalam alunan kebebasan

Menyatu dalam nada kebahagiaan

 

Nestapa berlalu dari padanya, menjauh, menjauh

Menjauh dari congkaknya aturan istana Rahwana

Menjauh dari belenggu kemunafikan Karna

Menjauh dari kata berbisa Sangkuni

 

Anak itu berjalan ke arahku, menjulurkan tangan lembutnya

Tangan yang tanpa cacat karena terik mentari

 

Belum lagi kuraih, semilir angin pun menerobos lamunanku

Penulis: Shermes

Comment