Wacana E-Voting Pilkada dan ‘Teror’ Covid-19

Sulfan mengatakan, wabah Covid-19 bisa berdampak pada tingkat partisipasi pemilih. Kekhawatiran akan penurunan angka pemilih juga muncul di lembaga KPU.

Ia mencatat, dari sekian negara yang menggelar pemilu di tengah pandemi, hanya Korea Selatan dan Jerman mengalami peningkatan. Selebihnya, justru terjadi penurunan angka partisipasi pemilih.

“Dihubungkan kondisi covid, ada kekhawatiran yang besar, termasuk mitra di penyelenggara (KPU). Bahkan bisa partisipasi semakin menurun. Korea dan Jerman naik, selebihnya itu turun partisipasi pemilihnya,” jelas Ketua Bawaslu Sulbar.

BACA JUGA: New Normal Vs Covid-19; Solusi atau Jebakan?

Lebih jauh, Sulfan menerangkan bahwa diskusi dalam jaringan (daring) dapat menambah literatur pemilu demokrasi.

Dengan begitu, tentu akan mendorong orang semakin kritis dan paham untuk menggunakan hak pilih di pilkada nanti.

Comment