Majene – Tiga perahu Sandeq kebanggaan Kecamatan Sendana bersiap mengukir prestasi pada Lomba Segitiga Sandeq 2026 yang akan berlangsung di Pantai Labuang Binanga, Majene, pada 8–9 Agustus 2026.
Ketiga perahu tersebut adalah Chelsea99, Bannang Puteh, dan Cahaya Pammase. Mereka bukan hanya membawa layar dan awak terbaiknya, tetapi juga membawa nama besar Kecamatan Sendana di hadapan puluhan peserta dari berbagai daerah.
Di laut, mereka akan bertarung memperebutkan juara. Namun sesungguhnya, yang mereka perjuangkan lebih dari sekadar trofi. Mereka sedang membawa marwah budaya Mandar, menjaga warisan leluhur, sekaligus membuktikan bahwa Sendana masih memiliki pelaut-pelaut tangguh yang tak gentar menantang ombak.
CEO Perahu Sandeq Chelsea99, Rahmat, mengatakan dirinya bersama seluruh awak telah mempersiapkan diri sebaik mungkin agar dapat tampil maksimal.
“Kami bersama seluruh awak akan berjuang memberikan penampilan terbaik. Soal juara itu nomor dua. Yang paling penting adalah menjaga kehormatan budaya Mandar, mempererat silaturahmi, dan membuktikan bahwa semangat masyarakat pesisir tidak pernah surut meski diterpa ombak. Layar yang kami bentangkan bukan hanya kain putih, tetapi harapan seluruh masyarakat Sendana,” ujar Rahmat, Selasa, 28 Juli 2026.
Rahmat berharap perjuangan Chelsea99, Bannang Puteh, dan Cahaya Pammase tidak hanya menjadi kebanggaan para pemilik dan awak perahu, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Kecamatan Sendana.
“Kami memohon doa restu dari seluruh masyarakat Sendana agar ketiga perahu ini diberi keselamatan dan hasil terbaik. Kami juga berharap Pemerintah Kecamatan Sendana dapat turut hadir memberikan dukungan moril maupun perhatian kepada para peserta. Dukungan itu mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi kami nilainya sebesar angin yang mampu mengembangkan layar.
Ketika tiga Sandeq ini berlayar, sesungguhnya nama Kecamatan Sendana ikut mengarungi lautan. Dan jika nanti prestasi berhasil diraih, kemenangan itu bukan hanya milik awak perahu, tetapi menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Sendana,” tutur Rahmat.
Di tengah derasnya arus modernisasi, tiga Sandeq ini seakan mengingatkan bahwa sebuah daerah tidak hanya dikenal dari gedung-gedungnya, tetapi juga dari kemampuannya menjaga warisan budaya.
Karena sejarah selalu mencatat mereka yang berani berlayar. Namun sejarah akan lebih indah bila para pelaut itu berangkat dengan doa masyarakat dan pulang disambut oleh dukungan pemerintahnya.
Tiga layar telah siap terkembang. Kini masyarakat menanti, akankah semangat Pemerintah Kecamatan Sendana ikut berlayar bersama Chelsea99, Bannang Puteh, dan Cahaya Pammase menuju kehormatan daerah?. (*)



Comment