Apa Kabar Proyek Jalan Tani Tabulahan, Mamasa?

Dari penelusuran wartawan, jalan dengan volume panjang sekira 2,7 kilo meter dan lebar sekira 4 meter tersebut tidak melalui pemadatan (bomag). Sementara jembatan batang kelapa hanya diikat rantai. Kondisi jembatannya pun nyaris rapuh.

Ironisnya, wartawan menemukan papan proyek di antara semak-semak di lokasi proyek. Warga mengungkapkan, pihak kontraktor langsung membuang papan proyek setelah merasa pekerjaannya selesai.

Dari yang tertulis di papan tersebut, proyek merupakan Dana Bantuan Khusus Keuangan (DBKK) dari Pemprov Sulbar tahun 2019 dan dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mamasa.

Nilainya mencapai Rp 919.292.400,-  dengan nomor kontrak 050/03/KONTRAK-PPK/DBKK-DPUPR/M/XI/2019. CV. Kuadran tercantum sebagai penyedia jasa.

Papan proyek ditemukan di sela semak-semak

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Mamasa, Asri Thomas mengaku proyek tersebut tidak ditangani oleh pihaknya.

“Bukan Bina Marga yang kerja itu pak,” kata Asri.

Sementara pihak kontraktor, Anto saat dikonfirmasi via telepon, mengklaim pekerjaan sudah sesuai petunjuk teknis. Namun jalan tersebut tidak melalui pemadatan karena alasan non-teknis.

“Kenapa kami tidak bomag (dipadatkan) karena sudah dibayar alat Rp 5 juta, ternyata tidak datang ke lokasi. Akhirnya uang itu rugi saja,” jelas Anto.

Comment