Antisipasi Balap Liar di Majene, Empat Wilayah Jadi Target Petugas

MAJENE, MEDIAEKSPRES.id – Jelang hari Raya Idul Fitri, yang jatuh pada hari Minggu 24 Mei 2020, Polresta Majene membentuk tim siap siaga pengamanan pengendara yang keluyuran membandel alias balap-balapan di jalan poros trans sulawesi.

Apalagi ditengah wabah Covid-19, tentu ketegasan dari Polres Majene menjadi langkah yang tepat untuk memotong mata rantai Covid-19 di kabupaten Majene.

Memang sebagian pemuda di Majene, aktif balap-balapan jelang malam takbiran. Bahkan tak tanggung-tanggung saling mengundang — penunggang kuda besi tercepat diluar daerah untuk bertarung di arena liar.

Joki atau sipenunggang kuda besi itu, biasanya, hanya fokus, pada kemenangan. Sementara para pendukung, saling patungan uang untuk berjudi, dengan harapan jagoannya dapat menang berada pada posisi paling depan.

Resiko kecelakaan sudah barang tentu mereka hadapi, sebab mereka lakukan di malam hari, dan tempatnya, bukan di sirkuit balap, malahan tempatnya, liar di jalan poros, tak ada yang tau ketika pengendara lain dari depan.

Biasanya sebelum mereka mulai, kawan mereka yang lain menuju ke garis finish untuk menghentikan kendaraan. Penontonpun bersorak di sepanjang jalan garis star dan finish.

Ketika mobil patroli datang dengan bunyi sirineinya, penunggang kuda besi, pendukung dan para penonton pontang panting berlari kalang kabut. Tak sedikit polisi biasanya menangkap dan memintai keterangan, baik itu penunggang kuda besi itu, maupun penonton.

Untuk kabupaten Majene, Polres Majene antisipasi sedini mungkin, ada beberapa titik yang diperketat penjagaan untuk menghindari balap liar itu.

“Sesuai perintahnya pak Kapolres dan hasil rapat, bahwa malam takbiran itu tidak ada untuk bergerak. Kecuali di Masjid. Manakala ada balap-balapan liar, tentunya itu semua kita sudah antisipasi. Kapolres sudah membentuk tim untuk pengamanan dan tentunya memantau wilayah yang sering di tempati balap-balapan liar itu,” ujar Kasatlantas Polres Majene, Iptu Muslim Aslim, melalui via telepon selulernya, Jumat (22/05/20).

Lanjut dia, bersama, TNI dan perhubungan untuk melakukan patroli. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi balapan liar, membunyikan petasan, sejenis marcon dan meriam bambu.

Ia menyebutkan wilayah yang sering dilakukan balapan liar yakni, Leba-leba, Palipi, Barane, Mosso dan wilayah tersebut menjadi sentral patroli petugas untuk mencegah balapan liar terjadi.

“Sedangkan di Rewata’a dan Katitting itu tidak mungkin karena ada petugas disana. Dulu memang ia, biasa disana balapan liar, tapi sekrang sudah tidak ada lagi, karena ada anggota disana dan ini sudah pantauan pak Kapolres dan memerintahkan kami untuk memantau itu, serta tindak potensi kriminalitas lainnya,” ujarnya.

Reporter: Chandraqa

Editor : Mediaekspres.id

Comment