“Mari kita bersama-sama menguatkan kedepan para tenaga medis kita. Jika tenaga medis tidak kuat, maka akan berimbas pada yang lain,” terang Idris.
Pernyataan sekprov tersebut seakan menandakan dirinya belum mengetahui bahwa insentif atau gaji tenaga medis Covid1-9 di RSUD Sulbar, hingga hari ini belum terbayarkan.
Hal tersebut menjadi salah satu penyebab tenaga medis tidak kuat dan akan berkurang pada pelayanan.
“Hiingga hari ini, menurut teman-teman perawat di sana belum ada kejelasan insentifnya,” ujar Ketua Pemerhati Kesehatan, Ferdy Zaini via telpon, baru-baru ini.
Lanjut dia, besaran insentif tenaga medis Covid-19 mengacu pada ketetapan Pemerintah Pusat yang terbagi atas beberapa klaster. Sperti dokter ahli itu insentifnya, 15 juta kalau dokter umum maksimal 10 juta, kalau perawat 7 juta, dan tenga-tenaga kesehatan lainnya itu 5 juta.
Ferdi mengapresiasi dedikasi dan loyalitas tenaga medis Covid-19 yang bekerja dengan ikhlas.
Reporter: Chandraqa
Editor : Mediaekspres.id
Quotes of the day “Kenapa orang Indonesia selalu mempromosikan batik, reog? Kok korupsi nggak? Padahal korupsilah budaya kita yang paling mahal.”
Sujiwo Tejo




Comment