Kasus keempat bayinya meninggal sebelum lahir saat dirujuk kerumah sakit yang ada di Mamuju. Ibu dari bayi tersebut seorang pekerja keras.
“Notabene ibu ini pekerja keras, saat itu datang kesini, dia bilang kurang pergerakannya ini bayiku, saya tanya sejak kapan? ibunya jawab sejak kemarin ibu. Terus kami tangani dan kami kasi makanan tambahan karena memang pada saat itu berat badannya menurun terus, saya sarankan satu Minggu kontrol lagi. Pada saat itu ibunya datang setelah dua hari, sudah tidak ada pergerakan bayinya. Saya bilang saya rujuk? karena saya tidak memastikan bayinya akan meninggal, tapi potensial meninggal. saya rujuk ke rumah sakit Kondo Sapata saat itu, terus langsung dirujuk ke Mamuju pada saat itu dan bayinya sudah meninggal belum sempat lahir,” jelasnya.
Kemudian kasus kelima sudah lewat bulan dan bayinya agak lemah detak jantungnya. Proses persalinannya juga tidak membutuhkan waktu lama namun bayinya meninggal dua jam setelah lahir.
“Saya sampaikan ke pihak keluarga bahwa kondisinya seperti ini terus keluarga menjawab lakukan saja yang terbaik, sampai ada surat pernyataan keluarga dan tanda tangannya. Bidan memperlihatkan surat pernyataan itu kepada kami,” imbuhnya.
Sedangkan kasus keenam sudah lewat bulan dan diagnose serotinus (kehamilan dengan usia kehamilan telah lebih dari 42 minggu lengkap mulai dari hari menstruasi pertama). Kata Dewi Permadi pada saat itu sempat dirujuk ke Rumah sakit Balla dalam keadaan sudah kontraksi.
“Saya bilang kepada pihak keluarga minta tolong bawakan memang pakaiannya siapa tau dirujuk atau dikasi tinggal, karena sudah lewat bulan sekali, sehingga kami rujuk lagi ke Balla, terus pihak Rumah Sakit Balla rujuk ke Polewali,” ujarnya.
Baca juga:
Terus kasus ketujuh, termasuk bayi yang kedelapan meninggal. Menurut Dewi Permadi, ibu dari bayi tersebut hamil pertama dan hipertensi 160/100. Kemudian bayinya besar mencapai 4 kilo serta lewat bulan.
“Sejak pertama hamil kami sudah sarankan untuk pergi ke rumah sakit melahirkan tapi tidak mau, ada surat penolakannya. Saat kita kasi melahirkan sudah lewat bulan sekali dan kami sudah berusaha melakukan yang terbaik tapi Tuhan berkata lain,” pungkasnya.
Untuk diketahui kasus kematian delapan bayi ini menjadi perbincangan di Media Sosial (Medsos).
Reporter: Sukir
Editor : Mediaekspres.id
Kata bijak: “Harta sejati adalah kesehatan, bukan emas dan perak.”
Mahatma Gandhi




Comment