Selain BLT, warga juga mengkritisi pembagian masker yang dinilai tidak sesuai protokol kesehatan.
“Seharusnya kan semua warga wajib. Ini di keluarga mertua saya, hanya dua orang dapat, padahal banyak anggota keluarga di dalam,” ungkapnya.
Masyarakat bahkan sempat menggelar aksi unjuk rasa di kantor desa perihal masalah tersebut.
Wartawan mencoba menghubungi Kepala Desa Kalukku Barat, Arman Hafid. Sayangnya, istri kades berkilah yang bersangkutan tidak di tempat.
Baca juga:
“Nanti saya telepon pak kalau bapak sudah ada di rumah. Tapi biasanya, saya sudah tidur baru beliau datang,” akunya dari seberang telepon.
Sementara Sekdes Kalukku Barat, Aswar mejelaskan, penerima BLT sebanyak 164 kepala keluarga. Terkait ada warga mengaku tidak dapat bantuan, dirinya mengatakan, jumlah 164 tersebut sesuai pendataan yang dilakukan kepala dusun.
“Jadi kalau ada yang tidak dapat, mungkin sebelumnya sudah dapat beras prasejahtera (rastra). Yang jelasnya, dari 7 dusun di Kalukku Barat, masing-masing kepala dusunnya itu melakukan pendataan,” terangnya.
Aswar menjamin, penyaluran BLT ke masyarakat Desa Kalukku Barat sudah sesuai regulasi yang berlaku.
Reporter : Shermes
Editor : Mediaekspres.id
Kata bijak “Jangan berani melawan arus kekuatan rakyat! Dalam sejarah tidak ada yang menang melawan arus rakyat. Pasti digilas!”
Mahfud MD




Comment