MAMUJU, MEDIAEKSPRES.id – Gempa bumi yang mengguncang Sulawesi Barat, 15 Januari lalu, menyisakan duka mendalam bagi para korban.
Tercatat puluhan jiwa melayang serta ratusan lainnya luka-luka akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,2 tersebut.
Mengingat kondisi Provinsi Sulawesi Barat yang rentan akan gempa bumi, pemerintah daerah diminta lebih memperhatikan mitigasi guna mengurangi risiko bencana.
“Pemerintah provinsi dan kabupaten mungkin harus lebih memperhatikan hal itu, mitigasi bencana,” ungkap Ketua Pemuda Pancasila Mamuju, Siti Sutinah Suhardi, Jumat (22/1/2020).
Sutinah mengatakan, masyarakat perlu mendapat pelatihan kebencanaan. Bahkan, edukasi soal kebencanaan sebaiknya masuk dalam mata pelajaran di sekolah-sekolah.
Menurutnya, pemerintah daerah kurang memperhatikan hal tersebut.
“Ini jadi catatan penting pemerintah ke depannya. Kalau perlu anak-anak di sekolah juga diberi pemahaman, apa yang harus dilakukan jika terjadi gempa,” jelas bupati Mamuju terpilih itu.
Sutinah yang memimpin langsung Pemuda Pancasila saat menyalurkan bantuan, menyebut, rumah masyarakat banyak dalam kondisi rusak berat.
“Contohnya di Desa Botteng Utara, hampir 90 persen rumah masyarakat di sana rusak,” imbuhnya.
Dia pun meyakini, masyarakat Mamuju dan Sulawesi Barat pada umumnya akan bangkit dari bencana gempa tersebut.
Reporter: Shermes
Editor : Mediaekspres.id
“Ingat bahwa orang yang paling bahagia bukan orang yang mendapatkan lebih banyak, tetapi mereka yang memberi lebih.”
NN




Comment