MAMUJU, MEDIAEKSPRES.id – Koordinator Desk Relawan Sulawesi Barat (Sulbar), Kartini Hanafi Idris angkat bicara soal adanya pemberian honor kepada tenaga relawan bencana gempa Sulbar.
Menurut Kartini, relawan yang berasal dari berbagai penjuru negeri datang ke Sulbar dengan ikhlas.
“Mereka (relawan) memberikan berbagai macam bentuk bantuan, mulai dari tenaga, logistik, tenda, dapur umum dan medis. Pengerjaan sarana dan sebagainya itu pakai dana sendiri dan bantuan donatur, jadi bagaimana mungkin mereka mau digaji,” tegas Kartini, Kamis (18/2/2021).
Ia pun berharap, para relawan yang fokus dan ikhlas menjalankan misi kemanusiaan tidak diganggu dengan isu pemberian honor.
“Kalaulah ada relawan terima gai, mungkin saja dari lembaganya mereka, dan itu bukan ranah kita,” jelasnya.
Kartini juga menguraikan tugasnya sebagai koordinator Desk Relawan pascagempa Sulbar.
“Tugas kami mengkoordinir relawan yang masuk ke Sulbar, check in di posko saat datang, begitu pun saat pergi harus check out,” urainya.
Pihaknya mewajibkan setiap relawan yang datang melakukan swab antigen.
Sebelumnya diberitakan, Pansus pengawasan anggaran dan penyaluran logistik DPRD Sulbar menyorot daftar pengeluaran dana bantuan bencana gempa oleh BPBD.
Salah satu nomenklatur menyebut, honor relawan tanggap darurat sebesar Rp 140 juta.
Terkini, pihak BPBD mengaku relawan yang dimaksud telah mengembalikan honor tersebut.
Reporter: Shermes
Editor : Mediaekspres.id
“Kita tidak bisa putus asa terhadap kemanusiaan, karena kita sendiri adalah manusia.”




Comment