Sandeq Chelsi Asal Mosso Siap Bertarung di Sandeq Silumba 2026, Rahmat Optimistis Raih Juara

MAJENE – Semangat menyambut gelaran Sandeq Silumba 2026 mulai terasa. Salah satu peserta yang telah memastikan diri ikut ambil bagian adalah perahu Sandeq Chelsi milik Rahmat, warga Lingkungan Somba, Kelurahan Mosso.

Rahmat memastikan perahunya beserta seluruh awak telah siap mengikuti perlombaan perahu layar tradisional tanpa mesin yang akan diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

Sebagai pemilik Sandeq Chelsi sekaligus CEO Warkop Chelsi yang berlokasi di belakang Kantor Bank BRI, Rahmat mengaku optimistis timnya mampu bersaing dengan puluhan peserta lainnya.

“Kami sudah melakukan berbagai persiapan. Semoga tahun ini Sandeq Chelsi bisa tampil maksimal dan membawa pulang gelar juara,” ujar Rahmat, dikediamannya Rabu, 1 Juli 2026

Sementara itu, Dewan Pengarah Sandeq Silumba, Syamsul Samad, memastikan pelaksanaan Sandeq Silumba 2026 tetap digelar meski dengan format yang lebih sederhana dibandingkan tahun sebelumnya. Keputusan tersebut merupakan hasil rapat bersama Dewan Pengarah dan para passandeq.

 

Baca : Pemprov Sulbar Apresiasi Pelaksanaan Sandeq

 

Jika pada tahun 2025 lomba berlangsung sejauh 231 kilometer dari Pantai Bahari Polewali Mandar hingga Mamuju dengan finis mengelilingi Pulau Karampuang, maka tahun ini perlombaan hanya dilaksanakan secara lokal di dua kabupaten, yakni Majene dan Polewali Mandar.

“Pelaksanaan tahun ini hanya di dua kabupaten, yaitu Majene dan Polman. Hadiah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat,” kata Syamsul Samad.

Menurutnya, rute Polewali Mandar–Mamuju ditiadakan sebagai dampak efisiensi anggaran. Selain itu, jumlah peserta meningkat signifikan dari 55 menjadi sekitar 95 perahu Sandeq sehingga kebutuhan pembiayaan hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu.

Sebelumnya, Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka juga telah meminta Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar, Majene, dan Mamuju mengalokasikan anggaran masing-masing Rp1 miliar. Namun, keterbatasan kemampuan fiskal membuat realisasinya belum sesuai harapan. Kabupaten Polewali Mandar hanya mengalokasikan sekitar Rp400 juta, Majene Rp150 juta, sedangkan Kabupaten Mamuju menganggarkan Rp1 miliar.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat bersama Dewan Pengarah Sandeq tetap berkomitmen menyelenggarakan Sandeq Silumba sebagai upaya menjaga tradisi pelayaran Sandeq yang menjadi warisan budaya maritim masyarakat Mandar sekaligus mendukung sektor pariwisata daerah.

Dengan semangat itu, Rahmat berharap keikutsertaan Sandeq Chelsi tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya bahari Sulawesi Barat yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Comment