Produktivitas Sawit Anjlok, Ekonomi Mateng Lesu

Pemuda yang aktif di pendampingan ekonomi kreatif masyarakat desa itu memprediksi, daerah Mateng akan mengalami krisis ekonomi berkepanjangan. Banyak orang bakal merasakan keadaan sulit, seperti dampak krisis 1997/1998.

“Makan nasi jagung dan konsumsi ubi kembali,” sambung Turianto.

Turianto

Hal tersebut lantaran perekonomian Mateng hanya ditopang pertanian sawit yang masa produktifnya, punya jangka waktu. Kurangnya lahan kosong, lanjut Turianto, menyebabkan daerah tersebut tak punya alternatif untuk komoditas tanaman lain.

Untuk itu, Turianto menekankan Pemkab Mateng agar tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah solutif, terkait masalah tersebut.

Ia pun menambahkan, program peremajaan sawit atau pembukaan lahan baru, bukan solusi. Keadaan itu justru menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem karena menipisnya wilayah hutan.

“Peremajaan kembali sawit dan membuka lahan sawit selebar-lebarnya bukan solusi karena bukan hanya berdampak pada perekonomian semata, tetapi juga menipisnya lahan hutan sehingga ekosistem kita mulai tidak seimbang, yang dapat menimbulkan bencana alam,” jelasnya.

Comment