Dugaan Dana Revitalisasi Sekolah Majene, Wakil Bupati Angkat Bicara, Sekretaris Disdikpora Mengaku Tak Tahu

Majene,Mediaekspres.com — Program revitalisasi sekolah di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, terus menyisakan pertanyaan. Setelah muncul pengakuan mengenai dugaan setoran dana hingga Rp540 juta dari sejumlah calon kontraktor. Nama Imran disebut penerima, adalah salah satu pegawai negeri sipil di salah satu instansi di Pemda Majene. redaksi Mediakespres.com meminta penjelasan kepada Wakil Bupati Majene, Andi Rita Mariani, dan Sekretaris Dinas Pendidikan setempat.

Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Andi Rita Mariani mengarahkan redaksi untuk meminta penjelasan langsung kepada Dinas Pendidikan sebagai pelaksana teknis program.

“Klarifikasi langsung ke Diknas sebagai pelaksana teknis, trims,” tulisnya, via WhatsApp, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Menindaklanjuti arahan tersebut, redaksi menghubungi Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Majene, Misbahuddin untuk mengklarifikasi sejumlah informasi yang sebelumnya disampaikan Ilham Laode dan seorang kontraktor berinisial MA, terutama mengenai dugaan aliran dana dan janji paket pekerjaan revitalisasi sekolah.

 

Baca : Keterangan soal Penugasan Imran Husaidi Berbeda, Publik Menanti Klarifikasi Sekda dan Bupati Majene

 

Dalam jawabannya, Sekretaris Dinas Pendidikan mengaku tidak mengetahui informasi mengenai aliran dana maupun tujuan penyerahan uang yang dipertanyakan.

“Untuk poin 1 dan 2 saya tidak tahu,” jawabnya.

Ia juga membantah pernah menjanjikan paket pekerjaan revitalisasi kepada MA ataupun kontraktor lainnya.

“Saya tidak pernah menjanjikan paket pekerjaan,” tegasnya.

Terkait pengakuan bahwa uang yang disebut telah diserahkan belum dikembalikan, Sekretaris Disdikpora kembali menyatakan tidak mengetahui persoalan tersebut. Ia menjelaskan bahwa program revitalisasi memiliki regulasi dan petunjuk teknis (juknis) sebagai pedoman pelaksanaan.

Sementara mengenai pertemuan di Makassar sekitar Februari 2026 yang disebut melibatkan sejumlah pihak, termasuk unsur Kementerian Pendidikan, ia mengakui hadir. Namun, menurut keterangannya, kehadirannya hanya untuk mendengarkan informasi mengenai program revitalisasi.

 

Baca : Dugaan Setoran Rp540 Juta Revitalisasi Sekolah Majene, LSM Merdeka Manakarra Desak APH Bergerak

 

“Saya ke Makassar hanya diminta untuk mendengarkan informasi revitalisasi,” jelasnya.

Sebelumnya, Ilham Laode membenarkan adanya dugaan setoran dana yang disebut berasal dari empat calon kontraktor dan ditransfer ke rekening pribadi seseorang bernama Imran Husaidi.

Dalam keterangan sebelumnya, Ilham juga menyebut dugaan permintaan setoran sebesar 20 persen serta tambahan Rp25 juta yang diklaim berkaitan dengan biaya kepulangan atau transportasi pihak kementerian.

Namun, keterangan tersebut masih memerlukan verifikasi melalui bukti transaksi, dokumen pendukung, dan klarifikasi dari pihak-pihak yang disebut.

Pernyataan Sekretaris Dinas Pendidikan pun belum menjawab secara menyeluruh siapa yang menginisiasi pertemuan di Makassar, apa yang dibahas, serta apakah terdapat transaksi yang berkaitan dengan penentuan pelaksana pekerjaan.

 

Baca : Uang Berpindah, Kejelasan Menghilang: Pengakuan MA Guncang Program Revitalisasi Sekolah Majene

 

Kini, sejumlah pertanyaan masih menunggu jawaban: apakah benar terjadi penyerahan dana, apa dasar dan tujuan transaksi tersebut, serta bagaimana mekanisme penetapan pelaksana revitalisasi sekolah di Majene?

Redaksi Mediakespres.com terus berupaya meminta klarifikasi dari pihak-pihak terkait, termasuk Imran Husaidi dan pihak kementerian yang disebut dalam keterangan sumber. Ruang hak jawab tetap terbuka bagi semua pihak agar persoalan ini dapat dijelaskan secara utuh.

Sebab, di balik program yang ditujukan untuk memperbaiki sarana pendidikan, publik berhak mendapatkan kejelasan. Bukan untuk menghakimi sebelum bukti teruji, melainkan memastikan setiap pertanyaan dijawab berdasarkan dokumen, fakta, dan proses yang dapat dipertanggungjawabkan. (*)

Comment