Akses Masuk Majene Diperketat, Berani Suap Petugas Penjara Menanti

MAJENE, MEDIAEKSRPES.id – Perbatasan Kabupaten Mamuju — Majene ramai dilintasi pengguna jalan, terutama pemudik dari Mamuju ke Majene maupun sebaliknya.

Terlihat seorang Polisi dengan mata melotot — mengenakan masker — menahan setiap pengandara yang ingin melintas.  Para pengendara diberhentikan, diarahkan satu persatu turun dari mobil — maupun pengendara roda dua — menuju bilik sterilisasi dengan dinding plastik.

Usai disemprot dengan mesin sterilisasi, para pengendara di ukur suhu tubuhnya dengan alat termometer digital, petugas yang satu mendata sesuai KTP, nama, alamat, dan tujuan.

“3,5 suhu tubuhnya,” ujar petugas medis Covid-19 di pintu gerbang, perbatasan, Mamuju — Majene, Jumat, (22/05/20).

Setiap hari para petugas di perbatasan ini, mendata pengendara yang keluar masuk, baik mobil maupun pengendara sepeda motor.

Namun hari ini cukup padat, sudah melebihi angka 100 pengendara, dari pagi hingga sore hari.

“Sudah ratusan pak sejak hari ini, padat hari ini kenderaan, karena banyak orang yang mudik. Kita periksa mereka utamanya dia dari mana. Kalau suhu tubuhnya tinggi kita suruh dulu istirahat dan diperiksa oleh petugas medis,” ujar Ali D Jodi dari satuan Polisi Pamong Praja sebagai petugas posko Covid-19 di tempat bilik sterilisasi.

Pada hari Minggu, lebaran Idul Fitri dilaksanakan, namun lebaran kali ini dilaksanakan di rumah masing-masing — rindu ingin berjumpa berkumpul bersama keluarga tak terbendung — tentu untuk berjumpa sanak keluarga, segala cara akan ditempuh — seperti di kota-kota lain tentunya — termasuk menyamar, menyuap petugas di pos penjagaan agar dapat melintas.

Petugas Medis Covid-19 Kabupaten Majene, saat melakukan pengukuran suhu badan, bagi pengguna jalan yang melintas diwilayah Kab Majene. (Foto: Mediaekspres.id)

Namun tidak untuk di perbatasan Mamuju — Majene dan Majene — Polman, pengawasan diperketat, mulai besok, Sabtu 23 Mei pukul 13.00 hingga Selasa, 26 Mei.

Bagi yang ingin melintas untuk memasuki Kabupaten Majene, silahkan untuk berbalik arah. Sebab petugas gugus Covid-19 tidak akan mengizinkan untuk memasuki wilayah Majene, kecuali mobil petugas medis, pembawa logistik, pertamina dan gas dibolehkan.

“Sesuai rapat dan arahan dari bapak Kapolres Majene, itu kita perketat. Siapa saja yang ingin melintas ke wilayah Majene. Petugas akan suruh mereka berbalik arah, dengan cara yang humanis yang baik, mengingat adanya Covid-19 ini,” ujar Kasat Lantas Polres Majene, Iptu Muslim Aslim, melalui via telepon selulernya.

Ia menjelaskan, untuk mobil angkutan ada dua, yaitu angkutan logistik dan penumpang. Kalau angkutan logistik pihaknya akan mengizinkan melintas, namun tentu melalui pemeriksaan yang ketat. Hal itu ia lakukan untuk menghindari hal-hal yang mencurigakan, menyembunyikan barang yang tidak boleh melintas atau melanggar hukum.

Apa lagi mobil penumpang, tentu tidak bisa melintas, dan kalau ada yang ingin melintas dengan varian alasan, tetap tidak boleh. Ia menegaskan bahwa pengguna jalan yang memaksa ingin melintas, dengan melakukan cara-cara tidak terpuji, semisal melakukan penyuapan kepada petugas, hal tersebut akan dikenakan sangsi. Begitupun petugas kalau menerima suap, sudah pasti sangsi yang berat akan menimpanya.

“Semuanya akan ditindaki. Si pemberi maupun di si penerima, akan kami tindak sesuai perbuatannya masing-masing,” tegasnya.

Reporter: Chandraqa

Editor : Mediaekspres.id

Comment