Khawatir Pasien Covid-19 Stres, Pemerintah Didesak Libatkan Psikolog
Pelayanan konsultasi yang agar mengetahui kemauan pasien yang sedang dikarantina tentu menjadi hal yang harus menjadi pemikiran bagi setiap RSUD yang memiliki gedung karantina bagi setiap pasien yang di isolasi.
Tentu dokter psikolog berperan untuk memberikan layanan menanyakan riwayat pasien, semisal gangguan mental dan menghindari stress ketika pasien yang berusia muda. Hal menjadi dorongan salah satu pemuda pemerhati pasien covid-19 di Sulbar.
“Harusnya pihak rumah sakit, melibatkan psikolog karena kondisi psikis pasien. Yang dikurung berbulan-bulan. ini sangat penting diperhatikan, pasalnya ketakutan sudah ditanamkan sejak awal. Psikolog medis ini saya rasa sangat perlu,” ujar Abdillah pemuda asal kalukku ini.
Ia mencontohkan, RSU di Makassar yang melibatkan psikolog dalam penanganan pasien covid di Sulbar.
“Bayangkan pasien di vonis covid. Tentu dalam bayangan pasien apa lagi anak-anak seperti santri itu. Kondisi mental mereka harus di jaga. Inilah salah satu penyebab mereka lebih memilih meninggal ia di isolasi,” terangnya.
Hal ini juga disampaikan orang tua pasien covid itu. Bahwa mereka meminta anaknya di isolasi mandiri dari pada menjalani isolasi di Rumah sakit. Ia mengkhawatirkan dengan manajemen saling melempar tugas, kondisi kepada pasien terganggu dan pasien bukan malah mengharapkan penyembuhan dalam peralatan, namun dapat menimbulkan penyakit baru.
“Saya liat ini saling melempar. Karena saya bertanya sama pak dokter bentuk penyelesainnya. Inikan yang saya takutkan ini muncul penyakit baru pasien yang di isolasi disana termasuk anak saya. Penyakit baru apa itu, anak saya bisa stress. Inikan orang merasa teraniaya. Termasuk kami keluarga ini. Jadi saya mohon dirawat di rumah saja. Ada juga itu dokter di rumah sakit bahwa mereka menghendaki anak saya di rawat di rumah saja. Tapi ketua tim gugus kabupaten menghendaki dia kirim kesini jadi mereka itu disana serba salah,” ujar orang tua pasien.
Penulis: Chandraqa




Comment