Dugaan Konspirasi Penanganan COVID-19 Sulbar, Penyebab Dua Santri Lari dari Isolasi

Tak Tenang Ketika Malam, Tamu Tak Diundang Kadang Datang

Mereka menembus kebisuan di malam yang dingin. Petugas kebersihan dan perawat medis telah lelap, tak ada orang yang lalu lalang. Di balik jendela pohon rindang bersautan tertiup angin. Mata menerawang, selimut kutarik bersama kedua temanku, membungkus tubuhku yang mulai kedinginan.

Amalan dari kiai menjadi azimat untuk mengusir roh-roh jahat. Di rumah gedung karantina ini. Mataku mulai terasa ngantuk, sesekali aku menguap, namun azimat ini masih terus kulafalkan.

“Kalau saya jarang tidur. Karena tempat itu angker. waktu selesai lebaran itu, malam Jumat itu saya ketindisan agak lama itu, baru besoknya teman saya inisial DR itu juga ketindisan. Namun pas dia bangun dia melihat kuntilanak, di dekat AC. Kaget dia tiba-tiba dia berdiri ambil air, baca ayat pelindung diri. Baru air itu dihemburkan ke tempat yang dia liat tadi itu. Kalau MY dia itu saat tidur tangannya ada yang tarik,” cerita AK kenangnya saat tinggal disana.

AK asyik bercerita, sesekali tertawa riang gembira, cerita-cerita lucu. Menghiburnya yang sedang menyendiri sendiri mengisolasi diri dirumahnya di Sampoang. Hampir satu jam bercerita dengannya—lewat telephone seluler tentunya—saling berbagi cerita, tawa dan canda terbayang pada raut wajahnya, meski tak pernah jumpa sebab aturan social distancing. Ia melanjutkan ceritanya. Saat itu ia tak tidur—MY dan DR tertidur pulas—Pada pukul 02.00, di gedung kanrantina RSUD Sulbar. Di depan pintu kamarnya ada yang tendang-tendang botol. (Waoo…! Hantu lagi main bola tapi tak ada bola botol plastik yang tendang-tendang. he..he..)

“Agak lama. Pas saya periksa saya melihat keluar, bawa hp karena saya mau rekam video. Pas saya keluar kosong diluar hampa. Padahal tadi terdengar ada orang saya kira petugas yang lagi datang. Saya heran juga karena biasanya petugas itu kalau beraktifitas disini itu pagi,” cerita dia.

Sangat disayangkan, kejadian yang di alami AK bersama temannya tak ia sampaikan kepada petugas. Mereka melapor kepada petugas, AC tak lagi menyala, lampu toiled juga tak nyala, mereka kepanasan hingga tak bisa tidur.

Tempat ini memang angker, kalau sudah terbiasa, hantunya juga takut sama manusia. Namun, ketika manusia takut maka hantunya makin menakut nakuti. Sama halnya dengan virus corona, jangan takut dengan virus, namun tetap waspada menjaga kebersihan. Cuci tangan, wajah dan kaki ketika masuk kerumah.

“Kita saja kadang dikasi takut. Tapi mau bagaimana karena ini bertugas. Jadi kita tidak boleh takut,” kata salah satu petugas govid saat di temui di tempat itu.

Ilustrasi. (Republika)

Comment